Klithih di Yogyakarta Terulang

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 22 Nov 2017 12:47 WIB
tawurankekerasan
<i>Klithih</i> di Yogyakarta Terulang
Aparat Polres Sleman menunjukkan barang bukti tindakan klithih. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Sleman: Tindak kekerasan melukai orang, atau akrab disebut klithih di Yogyakarta terulang. Tujuh pelaku tindakan melukai orang tanpa alasan dan secara acak berinisial AMF, 17; KF, 18; RFP, 17; RRA, 17; RV, 16; MA, 19; dan MDS, 18 ditangkap Kepolisian Resort Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wakil Kepala Polres Sleman, Kompol Heru Muslimin mengatakan, penangkapan didasarkan pada penelusuran kepolisian. Menurut Heru, para terduga pelaku melakukan tindakannya pada Sabtu, 4 November 2017 sekitar pukul 01.00 WIB.

Mereka menjalankan aksinya di jalan Solo kawasan Sorogenen, Purwomartani, memakai tiga sepeda motor. "Mereka melakukan tindakannya karena salah satu dari mereka pernah hampir menjadi korban klithih, lalu mengajak teman balas dendam," kata Heru di Polres Sleman pada Rabu, 22 November 2017.

Baca: Eksekutor Klithih Divonis 7,5 Tahun Penjara

Para pelajar tersebut, kata Heru, menjalankan aksinya hanya berbekal kesamaan ciri-ciri sepeda motor dan kemudian dijadikan sasaran. Mereka membagi peran dari sebagai pengendara, merusak sepeda motor korban, menodong senjata tajam, dan merampas barang milik korban. 

"Peran masing-masing yang sudah ditangkap berbeda. Polisi mendapatkan barang bukti hasil rampasan pelaku," ungkap Heru. 

Usai tertangkap dan menjalani pemerikaan, polisi menyita barang seperti sebilah pedang, sebuah gawai, serta dua unit sepeda motor sebagai barang bukti. Polisi menangkap para terduga pelaku di kediaman masing-masing. 

"Dari tujuh orang, empat diantaranya masih berstatus senagai pelajar SMA," Heru menambahkan.

Baca: Pelaku Klithih Pelototi Saksi saat Sidang

Tujuh orang tersebut kini ditahan di Polres Sleman untuk menjalani proses hukum. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman sembilan tahun bui. 

Catatan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, sebanyak 46 kasus klithih terjadi selama tahun 2016. Aksi klithih juga terjadi sepanjang tahun 2017. Sebanyak enam pelajar pelaku klithih AA, 17; TP, 13; JR, 14; MK, 14; AR, 15; dan FF alias Suryo (eksekutor) divonis dengan ganjaran hukuman berbeda oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta pada 17 April 2017. 

Sidang yang terbagi dalam enam berkas. FF alias Surya sebagai eksekutor yang menewaskan pelajar bernama Ilham Bayu Fajar, diganjar hukuman 7,6 tahun. FF divonis maksimal karena tak ada unsur yang meringankan. Vonis tersebut sesuai tuntutan jaksa.

Baca: Kawasan Perbatasan Rawan Klithih

Peradilan kasus klithih di Yogyakarta itu bukan pertama kalinya. Pada medio akhir 2016 lalu, Andan Wirawan, kelas X IPS SMA Muhammadiyah I tewas usai terkena sabet senjata tajam di Jalan Imogiri-Panggang, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam perkembangan, sebanyak sembilan pelaku yang terlibat diadili di Pangadilan Negeri Bantul. Vonis bui dari tiga hingga lima tahun dijatuhkan kepada sembilan pelajar itu karena terbukti melanggar Pasal 80 ayat 3 junto Pasal 76 C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 


(ALB)