Ungkap PCC BNN Dapat Penghargaan dari Wali Kota Surakarta

Pythag Kurniati    •    Jumat, 09 Feb 2018 09:16 WIB
bnn
Ungkap PCC BNN Dapat Penghargaan dari Wali Kota Surakarta
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memberikan penghargaan pada Kepala BNN Komjen Budi Waseso dan BNN. (Medcom.id/Pythag Kurniati)

Solo: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menerima penghargaan dari Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Penghargaan sekaligus juga diberikan pada 35 anggota BNN dan BNNP, 13 anggota Polda Jateng dan 12 anggota Polresta Surakarta.

Penghargaan tersebut merupakan apresiasi Pemkot Surakarta untuk aparat penegak hukum dalam mengungkap pabrik pil PCC di Kota Solo pada Desember 2017 lalu. Wali Kota Surakarta memilih wayang kulit tokoh Bathara Kresna untuk diberikan secara simbolis pada pria yang karib disapa Buwas itu.

"Tokohnya (Bathara Kresna) sesuai. Mampu memberikan petuah, solusi-solusi kepada jajarannya untuk memberantas hal buruk, dalam hal ini narkoba. Meski dicaci sana sini, diprovokasi, tetap bisa meredam," beber Rudy di Balai Kota Surakarta, Kamis malam, 8 Februari 2018.

Buwas tidak dapat menyembunyikan rasa haru menerima penghargaan yang ia sebut sebagai penghargaan pertama bagi BNN tersebut. Terlebih penghargaan diberikan di penghujung kariernya sebagai anggota Bhayangkara. Buwas akan purnatugas di kepolisian maupun di BNN pada 1 Maret 2018 nanti.

"Dan baru Kota Solo yang memberikan penghargaan, yang mengakui tugasnya BNN," ujarnya.

Buwas sempat menyampaikan beratnya tugas sebagai anggota BNN. Apalagi dengan jumlah personel BNN yang sangat minim. 

"Untuk seluruh Indonesia, idealnya itu ada 74 ribu. Saat ini anggota saya hanya ada 5.763 personel. Akibatnya, paling cepat kita mengungkap kasus itu 32 hari, tapi rata-rata 3 bulan," katanya.

Buwas pun sempat mengkritik pemerintah. Dari sisi perlindungan jiwa, pemerintah dinilai membedakan perlakuan anggota BNN dengan penyidik KPK. Menurutnya, negara membiayai seluruh biaya penyidik KPK Novel Baswedan. 

"Begitu kena air keras, negara membiayai sampai hari ini. Anggota saya ditabrak mobil sampai jungkir balik, ditikam, dijahit, dioperasi, biaya sendiri, adilkah? Padahal kita menyelamatkan jiwa," beber dia.

Dalam kesempatan itu Buwas mengatakan setelah pensiun dirinya tidak ingin terjun ke dunia politik. 

"Setelah pensiun, kembali mengabdi untuk keluarga. Kalau ke politik, saya tidak ahli," pungkasnya.


(LDS)