Menhub akan Cari Jalan Keluar Penolakan Bandara Kulon Progo

Patricia Vicka    •    Kamis, 07 Dec 2017 17:26 WIB
infrastrukturbandara
Menhub akan Cari Jalan Keluar Penolakan Bandara Kulon Progo
Menteri Perhubungan Budi Karya di UGM Yogyakarta. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi heran masih ada penolakan dan protes dari warga ke pembangunan Bandara baru di Kulon Progo. Kemenhub akan mengumpulkan para pemangku kepentingan pembangunan bandara untuk mencari jalan keluar permasalahan tersebut.

"Dalam seminggu ini akan saya kumpulkan," kata Budi usai menjadi pembicara dalam Seminar Peningkatan Kecepatan Kereta Api Koridor Jakarta - Surabaya di Ausitorium Pasca Sarjana UGM Yogyakarta, Kamis 7 Desember 2017.

Pemerintah tetap mengedepankan dialog dan komunikasi persuasif kepada para penolak bandara. Dia menilai penolakan dalam sebuah pembangunan infrastruktur hal yang lumrah.

"Sudah ada Permennya dan mekanisme konsinyasi untuk ganti ruginya. Nah ini yang perlu dicermati lagi,"ucap mantan Dirut PT Ancol ini.

Di samping itu, Budi mengajak seluruh warga Yogyakarta untuk bersama-sama membantu mensukseskan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Pasalnya, keberadaan Bandara itu akan sangat menguntungkan seluruh warga, terutama dalam sektor pariwisata.

Hadirnya bandara baru ini diyakini bisa menggenjot pariwisata Yogyakarta agar bisa seramai Bali. Kedatangan para turis ini akan memicu peningkatan ekonomi dan diharapkan akan mengerek tingkat kesejahteraan masyarakat Yogyakarta.

Terpisah Sekretaris Daerah Pemda DIY Gatot Saptadi menegaskan tak ada penggusuran warga dilahan calon Bandara NYIA. Pemerintah hanya merubuhkan bangunan-bangunan  dan rumah warga yang sudah dikosongkan pemiliknya.

Sementara warga yang menolak bandara dan masih bertahan di lokasi calon bandara, tetap dibiarkan menempati rumahnya. Pemda dan Pemkab masih terus akan melakukan dialog dan pendekatan persuasif untuk meminta mereka pindah.

Sebelumnya proses land clearing  bangunan di sekitar tanah calon bandara diwarnai ketegangan. Warga yang menolak pindah, menghadang petugas dan alat berat yang akan meratakanan bangunan.


 


(SUR)