Satu Lagi Pasien Terduga Difteri Ditemukan di DIY

Patricia Vicka    •    Selasa, 12 Dec 2017 19:49 WIB
klb difteri
Satu Lagi Pasien Terduga Difteri Ditemukan di DIY
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Yogyakarta: Satu orang siswa kembali dinyatakan pasien terduga difteri. Siswa ini berasal dari Kabupaten Bantul DIY. Ia adalah siswa kedua yang dicurigai terjangkit difteri. Ia kini tengah diisolasi di ruangan khusus di RSUP Sardjito Yogyakarta.

Dokter Spesialis anak RSUP Sardjito dr Ida Safitri SpA menyebut pasien terduga difteri mulai dirawat sejak Minggu, 10 Desember 2017. Siswa yang tidak disebutkan namanya ini menunjukkan gejala-gejala difteri.

"Gejalanya seperti flu, batuk, kesulitan menelan dan selaput putih di balik tenggorokan," jelas Ida saat jumpa pers di RSUP Sardjito Sleman Yogyakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

Tim medis masih terus melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi sang pasien. Sejak awal dirawat, tim dokter sudah mengambil sampel riak pasien. Sampel tersebut kemudian diperiksa di Laboratorium Sardjito dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk diteliti keberadaan bakteri difteri.

"Waktu diperiksa pertama di laboratorium, hasil negatif. Tapi kami kirim ke BBLK untuk diperiksa kedua kalinya. Kami masih menunggu hasilnya," kata Ida.

Demi mencegah penularan, selain diisolasi, pasien tersebut hanya boleh dijenguk oleh kedua orangtuanya. Pasien dilarang meninggalkan ruangan dan diwajibkan memakai masker.

"Kedua orangtua dan tim medis yang merawatnya juga wajib pakai masker dan peralatan khusus," pungkas Ida.

Dokter juga memberikan suntikan serum antidifteri dan antibiotik. Dokter spesialis patologi konsultan infeksi dr Andaru Dahesih Dewi menambahkan pihak medis turut mencaritahu riwayat kesehatan pasien.

"Kami cari tahu apakah saat usia balita dan anak-anak mengikuti imunisasi dengan lengkap. Lalu apakah dia dua minggu terakhir tinggal di lokasi endemik, atau pulang dari wilayah endemik," bebernya.

Sebelumnya seorang siswa di Sleman diduga terjangkit Difteri. Namun hasil uji lab menyatakan siswa tersebut negatif terkena Difteri. Sang siswa yang sempat diisolasi empat hari di RSUP Sardjito ini telah pulih dan sudah diperbolehkan pulang.


(SUR)