50 Warga DIY Diduga Terjangkit Leptospirosis

Patricia Vicka    •    Senin, 26 Mar 2018 18:50 WIB
penyakit
50 Warga DIY Diduga Terjangkit Leptospirosis
Ilustrasi kesehatan 2, Medcom.id - M Rizal

Yogyakarta: Sebanyak 50 warga Daerah Istimewa Yogyakarta diduga atau suspect terjangkit leptospirosis. Dalam tiga bulan pertama di 2018, 13 suspect meninggal.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY Setyarini Restu Lestari mengatakan 6 dari 13 orang itu berasal dari Bantul. Dua lainnya masing-masing berasal dari Kulon Progo dan Gunungkidul. Sisanya berasal dari Sleman dan Yogyakarta.

"Tapi dari hasil pemeriksaan lima suspect, hanya satu suspect positif leptospirosis. Sementara sisanya masih dalam penelitian," kata Setyarini di Yogyakarta, Senin, 26 Maret 2018.

Suspect positif leptospirosis itu bertempat tinggal di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Korban bekerja sebagai petani dan berusia kurang lebih 53 tahun.

Bantul merupakan kabupaten dengan wilayah paling rentan terjangkit bakteri tersebut. Sebab, 27 warga Bantul menjadi suspect bakteri.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie menjelaskan penyakit leptospirosis ditularkan sebagian besar dari kencing dan kotoran tikus yang menginfeksi tubuh manusia melalui luka. Pola hidup sehat amat diperlukan untuk mencegah masuknya virus leptospira SP ini. Apalagi sekarang musim hujan, dan banyak genangan air.

Gejala awal leptospirosis ditandai dengan demam, turunnya daya tahan tubuh dan adanya infeksi pada luka. Ia mengimbau masyarakat terutama petani untuk lebih menjalankan pola hidup bersih dan sehat(PHBS) serta rajin membersihkan lingkungan sekitar dari genangan air.

"Kami juga terus memantau dan mengendalikan jumlah pertumbuhan tikus," pungkasnya.

Catatan Dinas Kesehatan DIY, sepanjang tahun 2017 ada 296 warga suspect terserang leptospirosis. Setidaknya 38 suspect meninggal dunia dan 20 diantaranya dinyatakan positif kena leptospirosis. Kasus lepto terbanyak ada di Gunungkidul dan Kulon Progo.


(RRN)