Pelayaran Jepara-Karimunjawa Kembali Berhenti karena Gelombang Tinggi

Rhobi Shani    •    Senin, 18 Dec 2017 13:53 WIB
maritim dan kelautan
Pelayaran Jepara-Karimunjawa Kembali Berhenti karena Gelombang Tinggi
Kapal nelayan di Jepara bersandar di pelabuhan karena cuaca buruk. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: Gelombang di perairan laut Jepara dan Karimunjawa kembali tinggi. Tinggi gelombang mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin 25 knot. Aktivitas pelayaran Jepara-Karimunjawa kembali dihentikan.

Kepala UPP Syahbandar Jepara Suripto menyampaikan, gelombang tinggi disertai angin kencang muncul mulai dini hari. Hari ini syahbandar tidak mengeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB).

"Kondisi gelombang tinggi merata terjadi mulai perairan laut selatan Kalimantan hingga perairan laut utara Jawa," ujar Suripto, Senin, 18 Desember 2017.

(Baca: Cuaca Buruk, Pelayaran ke Karimunjawa Ditutup)

Tidak hanya aktivitas pelayaran penumpang dan barang yang berhenti, aktivitas nelayan juga mandek. Seorang nelayan bernama Jumari mengaku sudah tidak melaut tiga hari terakhir.

Gelombang tinggi menghadang jalur menuju tempatnya menebar jala yanga berjarak 25 mil laut dari Pantai Jobokuto, Jepara.

"ini sudah tiga hari tidak melaut. Gelombang mencapai empat hingga lima meter," kata Jumari.

 Gelombang besar juga memaksanya berpindah tempat sandar. Biasanya dia menyandarkan kapal di pelabuhan barang Jepara di Jobokuto. Kini Jumari menurunkan jangkar di Dermaga Kartini.

"Kalau di sini (Dermaga Kartini) lebih aman. Kalau sandar di pelabuhan Jobokuto tidak aman karena gelombang tinggi," ungkap Jumari.

Nelayan lainnya, Sunardi juga memilih tak melaut karena gelombang tinggi selama musim hujan. Jika dipaksakan pergi melaut, hasil tangkapan ikan yang didapat tidak sebanding dengan biaya operasional kapal.

"Kalau mau dipaksakan mencari ikan bisa, tapi hasilnya kecil. Sekali melaut paling tidak butuh biaya Rp700 ribu, tapi hasil tangkapan kalau dijual paling dapat Rp200 ribu karena hasil tangkapan tidak banyak,” pungkas Sunardi.


(SUR)