Jalur Alternatif Batang-Magelang Ambles

Iswahyudi    •    Sabtu, 23 Dec 2017 15:37 WIB
jalan ambles
Jalur Alternatif Batang-Magelang Ambles
Kasi Trantib Kecamatan Bawang, Suyatno menunjukkan jalan yang ambles akibat tergerus air bawah sungai dan diguyur hujan deras. Foto: Medcom.id/Iswahyudi

Batang: Hujan yang mengguyur wilayah Batang dan sekitar menyebabkan ruas jalan alternatif dari Pekalongan menuju Magelang dan Yogjakarta yang berada di Desa Candigugur, Kecamatan Bawang, Batang, ambles dan longsor nyaris separuh jalan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB pada Jumat 22 Desember 2017. Amblesnya jalan mengakibatkan arus lalu lintas kendaraan yang melintas terpaksa harus ekstra hati-hati karena hanya menyisakan satu lajur.

Camat Bawang Yarsono mengatakan, jalanan tersebut ambles sepanjang 12 meter dan lebar 6 meter dengan kedalaman hampir 3 meter lebih. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas di jalur alternatif ini menjadi terkendala.

“Jalan ini merupakan jalan provinsi sebagai jalur alternatif, menghubungkan Pekalongan ke Temanggung dan Magelang. Selain itu, jalan ini juga menjadi jalur utama bagi masyarakat sekitar dalam melakukan aktivitas, baik menuju ke kecamatan maupun ke kabupaten Batang,” kata Yarsono, Sabtu, 23 Desember 2017.

Suyatno mengungkapkan, peristiwa amblesnya jalan tersebut terjadi lantaran kondisi jalan tidak memiliki saluran drainase, baik di sisi kanan maupun kiri. Sehingga, aliran air menggenangi jalan dan tumpah ke jurang sungai sedalam 10 meter.

Atas kejadian tersebut, pihaknya sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan dinas terkait agar segera ditangani. Sebab, jalan itu sering dilewati kendaraan besar seperti bus antar kota antar provinsi dan truk galian C.

“Jika mengandalkan satu lajur maka bisa memperlambat arus lalu lintas. Apalagi ini jelang libur panjang dan perayaan hari Natal dan pergantian tahun baru,” pungkasnya.

Masyarakat sekitar secara sukarela ikut menjaga dan mengatur arus lalu lintas disekitar lokasi amblesnya jalan yang memakan separuh jalan. Bahkan, disekitar lokasi amblesnya jalan, warga memberikan pengaman sementara dengan bambu panjang.

“Jalan ini kami beri pengaman sementara dengan beberapa batang bambu. Tujuannya agar pengguna jalan aman dan tidak membahayakan saat melintas,” kata warga setempat, Liok.


(DMR)