Muhammadiyah Tak Mau Sorongkan Pengacara Bantu Ahok

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 16 Nov 2016 18:05 WIB
kasus hukum ahok
Muhammadiyah Tak Mau Sorongkan Pengacara Bantu Ahok
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas. Foto: Metrotvnews.com/Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: PP Muhammadiyah menegaskan tak akan melibatkan diri secara langsung dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Apalagi sampai menghadirkan pengacara untuk Ahok yang saat ini telah berstatus tersangka.

"PP Muhammadiyah tidak sampai membantu secara langsung dalam kasus ini. Termasuk, jika ditanya sampai membantu pengacara," kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas, di kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Rabu (16/11/2016).

Busyro mengatakan PP Muhammadiyah akan mengawal secara tidak langsung kasus Ahok. Menurutnya, pengawalan kasus itu harus juga dilakukan elemen-elemen demokrasi di Indonesia.

"Proses selanjutnya menjadi kewajiban unsur sipil untuk mengawal. Tidak hanya yang ikut demonstrasi 4 November lalu," ujar Busyro.

Bareskrim Polri telah menetapkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Ahok disangkakan Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penyidik mengambil simpulan setelah gelar perkara, Selasa 15 November.

Dalam perkembangan proses hukum kasus itu, PP Muhammadiyah mengapresiasi langkah hukum yang dilakukan Polri.

"Hal itu merupakan bukti tegaknya hukum dengan baik serta terjaminnya eksistensi Indonesia sebagai negara hukum," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.


(UWA)