Warga Terdampak Bandara Minta Dijamin dalam Segala Aspek

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 10 Nov 2016 12:43 WIB
bandara
Warga Terdampak Bandara Minta Dijamin dalam Segala Aspek
Konsultasi publik studi Amdal bandara Kulon Progo. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Kulon Progo: PT Angkasa Pura I menggelar konsultasi publik dalam studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek pembangunan bandara baru Daerah Istimewa Yogyakarta.

Konsultasi publik berlangsung di Balai Desa Temonkulon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Kamis 10 November. Di desa inilah bandara bernama New Yogyakarta International Airport (NYIA) itu bakal berdiri.

Dialog dihadiri puluhan perwakilan warga Desa Glagah, Kebonrejo, Palihan, Sindutan, Jangkaran (Kecamatan Temon); dan Desa Karangwuni (Kecamatan Wates) sebagai kawasan terdampak tak langsung.

Baca: Tolak Bandara, Warga Kulon Progo Datangi Kantor BLH

Warga meminta jaminan kelangsungan hidup dari sisi ekonomi, sosial, budaya, hingga ketenagakerjaan. Selain itu, warga juga meminta jaminan Amdal bisa mengakomodasi jaminan bagi warga terdampak.

"Jangan sampai seperti proyek lain yang sudah ada, misalnya pelabuhan Tanjung Adikarto," ujar seorang warga terdampak, Aziz Purwanto.

Ahmad Sunardi, dari Forum Penanganan Bencana Desa Karangwuni, mengingatkan agar Amdal melingkupi antisipasi kerawanan bencana di lokasi rencana pembangunan bandara.

"Potensi bencana alam, tsunami, bisa terjadi. Bagaimana antisipasi seandainya bencana terjadi? Soal evakuasinya, jika terjadi bencana," kata Sunardi.

Kepala CSR PT Angkas Pura I, Maryanto mengatakan akan mencoba memenuhi keinginan warga dalam penyusunan Amdal. "Penyusunan Amdal akan melibatkan perwakilan warga," ungkapnya.

Konsultan Amdal bandara NYIA, Ahmad Ridwan mengatakan konsultasi publik nantinya akan dilanjutkan pembahasan di tingkat kementerian di Jakarta. Pembahasan tersebut juga akan melewati Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca: AP I Klaim Warga Penolak Bandara Kulon Progo Tersisa 5 Persen

"Terakhir nanti akan dinilai oleh komisi Amdal di pusat," katanya.

Di akhir acara, dilakukan pemilihan perwakilan warga dari setiap desa terdampak untuk mengawal proses pembuatan Amdal.


(SAN)