Puluhan Siswa SMP di Kendal Konsumsi Obat Terlarang

Iswahyudi    •    Selasa, 18 Oct 2016 16:27 WIB
narkoba
Puluhan Siswa SMP di Kendal Konsumsi Obat Terlarang
Siswa menunggu giliran untuk digeledah petugas BNN Kendal, Jateng, Selasa (18/10/2016). (Metrotvnews.com/Iswahyudi)

Metrotvnews.com, Kendal: Sebanyak 44 pelajar dari 574 siswa SMP Negeri 1 Patebon, Kendal, Jawa Tengah sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang dafrar G.

Hal ini diketahui dari pengakuan salah seorang siswi saat razia Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal, Selasa 18 Oktober. Siswi, berinisial RS, yang diduga mengkonsumsi sekaligus menjual itu juga menyebut nama-nama konsumennya.

Alhasil, dengan mudah BNN mengumpulkan pelajar yang terindikasi mengkonsumsi obat terlarang. Meski begitu, petugas tetap memeriksa satu per satu tas yang dibawa para pelajar.

BNN juga mengambil contoh urine para pelajar. "Hasil tes urine memang negatif, namun dari sekitar 44 pelajar itu, 90 persen mengakui menggunakan obat terlarang dan minuman keras,” kata Kepala BNN Kabupaten Kendal, AKBP Sharlin Tjahaya.

Sharlin mengatakan, kedatangan jajarannya berdasarkan permintaan pihak sekolah. Jajaran Polsek Patebon turut serta dalam kegiatan ini.


Siswa SMP Patebon, Kendal menjalani tes urine yang digelar BNN.

Penyalahgunaan obat terlarang, kata Sharlin, terjadi lantaran obat ini mudah diakses dan murah. Penjual dan pembeli bertransaksi melalui media sosial. 

"Tidak pernah bertemu dengan pemasoknya. Karena barang yang dipesan akan ditaruh dekat rel dan pelajar akan mengambilnya setelah mendapat pesan dari pemasok,” imbuh Sharlin.

BNN Kendal akan mengungkap jaringan pemasok obat yang masuk daftar G (Gevaarlijk) tersebut. Orangtua siswa juga telah dipanggil untuk diberi pengarahan.

Kepala SMP Negeri 1 Patebon, Teguh Isworo mengatakan razia dan tes urine digelar menyusul penemuan transaksi obat di telepon seluler salah satu siswa. 

“Sekolah sudah berulang kali memanggil siswa yang diindikasikan menggunakan obat terlarang namun masih membandel,” katanya.


(SAN)