Rumah Dome Tahan Gempa Rusak, Warga Tak Bisa Perbaiki

Patricia Vicka    •    Rabu, 05 Oct 2016 15:59 WIB
gempa
Rumah Dome Tahan Gempa Rusak, Warga Tak Bisa Perbaiki
Salah satu rumah teletubbies yang sudah mulai rusak. Foto: Metrotvnews.com/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kondisi rumah Dome di Desa Wisata "Teletubbies" Dusun Sengir, Desa Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, mulai rusak. Cat putih di tembok rumah itu mulai memudar dan mengelupas. Bagian dinding depan rumah tampak banyak retakan.

Kepala Dusun Sengir, Hermanto, menuturkan beberapa atap rumah warga mulai bocor dan sering kemasukan air hujan. "Kusen pintu, jendela juga mulai rusak. Kalau musim hujan beberapa lantai rumah kebasahan," ujar Hermanto, di Dusun Sengir Sleman Yogyakarta, saat kunjungan kerja Komisi A DPRD DIY, Rabu (5/10/2016).

Hermanto mengatakan perbaikan rumah tak mendapat bantuan dari pemerintah. Untuk memperbaiki sendiri, kata dia, warga juga tak mampu karena sebagian besar miskin.

"Memang perbaikan rumah itu tanggung jawab pemilik rumah, tapi untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah susah," kata dia.

Kondisi ini justru berbanding terbalik dengan pesona dusun ini sebagai salah satu dewa wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Wisatawan tertarik dengan rumah-rumah yang sekilas mirip rumah yang menjadi latar serial televisi asal Inggris, Teletubbies.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan pemerintah perlu membantu memperbaiki sarana dan prasarana rumah dome ini. Selain itu, bangunan rumah perlu diuji ulang kekuatannya karena sudah berumur.

"Pak Camat bisa minta ke pak Bupati agar Dinas PU menguji lagi secara teknis kekuatan rumah. Karena rumah ini sudah 10 tahun," ujar Eko yang berjanji membantu mengajukan dana perbaikan dalam APBD 2017.

Rumah dome putih di Dusun Sengir dibangun 2007 sebagai lahan relokasi warga yang terkena bencana gempa bumi Yogyakarta pada 2006. 

Rumah sengaja didesain mirip rumah iglo khas Eskimo agar resisten terhadap gempa. Pembangunan ini didanai LSM Qatar. Hingga kini ada 72 kepala keluarga yang menempati dusun seluas 2,3 hektare itu. Total ada sekitar 91 rumah dome di dusun ini.


(UWA)