Komite Radya Pustaka akan Dilibatkan UPTD Museum

Pythag Kurniati    •    Rabu, 20 Apr 2016 16:50 WIB
museum
Komite Radya Pustaka akan Dilibatkan UPTD Museum
Museum Radya Pustaka di Solo, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Pemerintah Kota Solo akan segera membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk mengelola Museum Radya Pustaka. Selama ini, museum tertua di Indonesia itu dikelola oleh Komite Radya Pustaka.

Pembentukan UPTD diklaim akan mempermudah pendanaan dan pengelolaan Museum Radya Pustaka. Sebab, selama ini pengelolaan museum mengandalkan dana hibah dari pemeritah pusat. 

Sejak terbitnya UU No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, penerima dana hibah haruslah mengantongi badan hukum. Sementara Komite Radya Pustaka tidak memiliki itu. Karenanya, sejak empat bulan terakhir gaji karyawan museum belum terbayar.

UPTD bakal berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo. Pemkot menargetkan UPTD Museum terbentuk hingga akhir tahun ini.

Kepala Disbudpar Kota Solo, Eny Tyasni Suzana, mengatakan tidak menutup kemungkinan Komite Radya Pustaka akan dilibatkan kembali dalam pengelolaan Radya Pustaka. “Karena mereka, kan, juga tahu seluk-beluk benda-benda di museum ini,” ungkap Eny saat ditemui di Museum Radya Pustaka, Rabu (20/04/2016).

Museum, imbuh Eny, membutuhkan tenaga ahli pendamping, ahli museum dan ahli cagar budaya. Sehingga tidak menutup kemungkinan pengurus komite yang telah lama bertugas kembali dilibatkan.

Sementara anggota Komite Radya Pustaka, KGPH Dipokusumo mengaku siap jika diminta untuk terlibat. "Kita, kan, pengelola, bukan pemilik museum," katanya.

Sekertaris Komisi IV DPRD Kota Solo, Asih Sunjoto mengungkapkan, pembentukan UPTD dirasa tepat untuk menyelamatkan museum.

“Kasus kemarin kan masih masuk dana hibah, sebelumnya tidak ada kendala karena belum ada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 itu. Ke depan kita mau jangan ada masalah lagi,” pungkas dia.


(SAN)