Penjual Olahan Ayam tak Naikkan Harga

Pythag Kurniati    •    Rabu, 25 Jul 2018 11:12 WIB
harga ayam mahalharga ayam
Penjual Olahan Ayam tak Naikkan Harga
Ayam goreng. (Pythag Kurniati)

Solo: Tingginya harga daging ayam di pasaran juga berdampak ke penjual olahan daging ayam. Penjual mie ayam dan ayam goreng adalah beberapa yang terdampak.

Heriyanto, 35, pedagang mie ayam di Solo, Jawa Tengah, mengaku kenaikan harga daging ayam sangat berat. Lantaran, daging ayam adalah bahan baku utama dagangannya. 

“Sekarang harus beli Rp45 ribu per kilogram,” kata dia, Rabu, 25 Juli 2018. 

Heriyanto mengatakan harga daging ayam telah naik Rp7.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp38 ribu per kilogram. 

Namun, Heriyanto tak bisa menaikkan barang dagangannya. Ia takut kehilangan pembeli. “Jadi, ya, harganya tetap, keuntungan diturunkan. Susah  juga memang,” bebernya. 

Dia berharap harga daging ayam bisa segera turun sehingga tak mencekik penjual olahan daging ayam. 

Sementara itu, Sarti, penjual mie ayam lainnya, memilih menutup sementara dagangannya. “Sudah carinya susah, kalau dapat harganya mahal,” keluh dia.

Tukiman, penjual ayam goreng, mengaku dagangannya dijual dengan harga tetap meski harga bahan bakunya naik. 

"Tetap Rp3.500 per potong," ucapnya. 

Tukiman setiap hari membeli ayam hidup untuk diolah menjadi ayam goreng, Harga ayam hidup yang harus dibelinya saat ini Rp28 ribu per ekor. Padahal, sebelumnya harga ayam hidup Rp25 ribu per ekor. 

"Tapi tidak bisa menaikkan harga, kalau dinaikkan nanti tidak laku," pungkasnya.


(LDS)