PPDB Online Tangkal Siswa Titipan

Rhobi Shani    •    Rabu, 11 Jul 2018 17:19 WIB
pendidikan
PPDB <i>Online</i> Tangkal Siswa Titipan
Kepala SMA Negeri 1 Mayong Ngaripah. Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) dalam jaringan menutup celah siswa titipan. Sekolah hanya jadi tempat pendaftaran dan pengumpulan berkas.

Keputusan siswa diterima atau tidak berdasarkan pada peringkat yang sudah ditentukan dalam sistem PPDB. Kepala SMA Negeri 1 Mayong Ngaripah menyampaikan, pihaknya menjadi lebih nyaman sejak PPDB dalam jaringan diterapkan. Sekolahnya tak lagi bisa menerima siswa titipan.

"Misalnya titipan pejabat, sekarang sudah tidak bisa. Dan kalau ada yang menghubungi saya menjawabnya pun enak, karena sistem memang seperti itu. Sekolah hanya jadi 'lewatan' saja,” kata Ngaripah, Rabu, 11 Juni 2018.

Ngaripah melanjutkan, pihak sekolah pun tidak bisa menentukan persentase jumlah calon siswa yang diterima. Calon siswa yang diterima dari zona satu minimal 50 persen maksimal 90 persen. Sekolah hanya menentukan menerima calon siswa dari zona satu 70 persen.

"Selama kuota 90 persen masih mencukupi, sistem akan menerima yang dari zona satu. Kalau kuota zona satu sudah mencukupi, baru diambilkan dari zona dua. Begitu juga dengan kuota siswa pemegang KIP dan SKTM,” beber Ngaripah.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Jepara, Udik Agus menambahkan, PPDB dalam jaringan sekolah tidak bisa menerima siswa melebihi kapasitas yang ditentukan. Begitu juga dengan jumlah kelas atau rombongan belajar.

Dalam pentunjuk teknis PPDB, sekolah paling sedikit menerima 3 kelas dan paling banyak 12 kelas. Setiap kelas jumlah siswanya paling sedikit 20 dan paling banyak 36 siswa.

"Jadi sekolah tidak bisa menerima siswa melebihi dari ketentuan itu," kata Udik yang juga menjabat Kepala SMA Negeri 1 Jepara. 


(SUR)