Jateng Memasuki Musim Pancaroba

Budi Arista Romadhoni    •    Jumat, 13 Apr 2018 13:31 WIB
cuaca buruk
Jateng Memasuki Musim Pancaroba
Susunan awan terbentuk di langit Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah. Foto: MI/Liliek Darmawan

Semarang: Stasiun Klimatologi BMKG Klas I Kota Semarang menyatakan, sejumlah wilayah di Jawa Tengah mulai memasuki pancaroba dengan tingkat kelembapan yang tinggi.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas I Kota Semarang, Iis Harmoko, mengatakan kelembapan udara di sejumlah wilayah mengalami peningkatan yang bervariatif berkisar 60-70 persen. Kondisi tersebut membuat suhu udara cenderung lebih hangat.

"Suhu yang lebih hangat membuat udara lebih hangat, itu salah satu tanda bahwa sebagian wilayah Jateng sudah memasuki masa pancaroba menuju musim kemarau. Biasanya cuaca jarang terjadi hujan meskipun hawanya sangat gerah," ungkap Iis saat dihubungi wartawan, Jumat, 13 April 2018.

Iis menjelaskan, musim pancaroba akan terjadi dalam rentang dua bulan ke depan mulai dari wilayah Pantura barat, Pantura timur sampai menuju Wonogiri, kemudian pegunungan tengah meliputi Kabupaten Banyumas dan Wonosobo.

Dia menyebut adanya peralihan musim dipicu angin timur yang lebih dominan. Hal itu membuat udara terasa kering.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat setempat menjaga kesehatannya terutama saat beraktivitas di jalan raya. Masyarakat juga diminta memperbanyak meminum air putih untuk mencegah dehidrasi.

"Jika pancaroba berkepanjangan memang berdampak terhadap kesehatan masyarakat," tuturnya.


(SUR)