Taksi Online Yogya Sambut Gembira 14 Pasal Permenhub Dicabut

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 23 Aug 2017 15:12 WIB
taksi onlinepolemik taksi online
Taksi <i>Online</i> Yogya Sambut Gembira 14 Pasal Permenhub Dicabut
Ilustrasi--Taksi online--MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Para sopir taksi online di Yogyakarta mengaku gembira dengan pencabutan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam Trayek, oleh Mahkamah Agung. Mereka mengaku lebih tenang. 

Seorang sopir Grab di Yogyakarta, Benediktus Ari mengatakan, pasal-pasal yang dicabut memang menjadi keberatannya. Misalnya, uji KIR. Benediktus bilang, hal itu sebetulnya sudah diatur oleh perusahaan tempatnya bekerja. 

"Pernah ada razia, yang kena teman kami sesama sopir. Malah di daerah lain sampai dikejar-kejar. Ini jadi menyusahkan kami," kata Ari kepada Metrotvnews.com pada Rabu, 23 Agustus 2017. 

Selain uji KIR, Ari menilai tarif batas atas dan batas bawah memang tak bisa diterapkan. Sebab, hal itu tak lepas dari kegiatan ekonomi.

"Otomatis jika permintaan meningkat, tarif juga mengikuti. Lebaran kemarin, saya narik dari Jalan A. Yani (Malioboro) ke Taman Pintar tarifnya Rp40 ribu. Konsumen mau. Banyak penumpang memilih pelayanan aman dan nyaman," katanya. 

Sopir Grab lain, Dwiki Sabila R. mengungkapkan aturan kendaraan sistem online di tingkat daerah juga sempat memunculkan polemik. Sebab, isi peraturan turunan di daerah memiliki isi hampir serupa. Meskipun, ia mengaku tak langsung terdampak, termasuk bisa mengikuti aturan zona merah yang tak boleh di lewati. 

"Tapi yang jelas, 14 pasal yang dicabut itu bikin kami sopir online jadi tenang. Tidak takut ada razia karena masalah uji KIR atau yang lain," ujarnya. 

Oktavianus Banu, seorang sopir Gocar mengatakan, 14 pasal Permenhub yang dicabut MA merupakan pasal memberatkan bagi kendaraan sistem online. Ia menerima dengan senang hati keputusan MA itu. 

"Artinya, sesuatu yang memudahkan itu akan selalu diterima," kata Banu.



(ALB)