Ganjar Pranowo Didemo saat Hendak Isi Seminar di UGM

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 18 Apr 2017 17:37 WIB
proyek semen rembang
Ganjar Pranowo Didemo saat Hendak Isi Seminar di UGM
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menemui massa di depan di Wisma Kagama Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Sleman: Kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Wisma Kagama Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta disambut unjuk rasa kelompok yang menamakan diri Solidaritas Yogya Peduli Pegunungan Kendheng. Kelompok tersebut menyatakan mendukung upaya warga Pegunungan Kendheng mempertahankan hak atas tanah dan air dengan menolak pendirian pabrik semen.

"Kami menagih konsistensi pak Ganjar soal putusan Mahkamah Agung Nomor 99 Tahun 2016 untuk mencabut izin penambangan di kawasan karst di Pegunungan Kendheng," ujar Ahmad Haedar, koordinator aksi, Selasa, 18 April 2017.

Sebagai kepala daerah, lanjut Haedar, Ganjar Pranowo dituntut segera mengambil sikap untuk melindungi warganya. "Kendheng lestari!" demikian teriakan masa.

Ganjar menyempatkan diri menemui puluhan orang yang mengadangnya di pintu masuk Wisma Kagama UGM. Dengan berjalan kaki dari lokasi seminar, Ganjar melempar senyum ke kerumunan masa.

Suasana sempat tegang ketika Ganjar menemui massa. Beberapa saat kemudian, Ganjar terlihat mendengarkan tuntutan massa dan suasana menajdi tenang.

"Batalin saja itu (izin) pabriknya," ujar seorang pengunjuk rasa pada Ganjar.

Ganjar menatapnya dengan senyum. "Iya," jawabnya kemudian.

Sayang, Ganjar tak sempat memberikan tanggapan panjang soal tuntutan massa. Gubernur Jawa Tengah itu harus segera masuk ke lokasi seminar.

Polemik penambangan karst di Pegunungan Kendheng telah melalui jalan panjang. Dari gugatan Pengadilan Tata Usana Negara, Mahkamah Agung, hingga aksi menyemen kaki.

Belum lama ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) tahap I. Isi KLHS menyatakan, kawasan Pegunungan Kendheng yang disebut kawasan cekungan air tanah (CAT) tidak boleh dijadikan lokasi penambangan.

(Baca: Semen Indonesia Segera Mulai Kegiatan Produksi di Rembang)

Terkait kajian Tim KLHS, Semen Indonesia mendukung untuk dilakukan kajian lanjutan yang lebih ilmiah. Termasuk batasan fisiografi zona Kendeng, zona Randublatung, dan zona Rembang.  

"Demikian juga kesesuaian antara desk study (berdasarkan data-data skunder) dengan fakta-fakta di lapangan, termasuk fakta dampak lingkungan terhadap kegiatan penambangan di CAT-CAT lain di seluruh Indonesia yang telah ditambang selama puluhan tahun," kata Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Rizkan Chandra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 13 April 2017.

Dia juga menyarankan agar menambah dua hingga tiga pakar geologi karst dalam Tim KLHS karena ciri-ciri karst (baik eksokarst maupun endokarst) dan keberlangsungan ketersediaan air tanah menjadi kunci utama dalam kajian lanjutan ini. Hingga saat ini, Pabrik Semen Rembang telah memenuhi sekitar 35 perijinan dan selalu mematuhi semua aturan dan regulasi terkait yang berlaku dan sudah siap beroperasi.

Dengan memperhatikan fakta-fakta tersebut di atas dan rekomendasi KLHS Tahap 1, Semen Indonesia yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menyampaikan keterbukaan informasi terkait status Pabrik Semen Rembang. Hal ini mengingat keputusan pembangunan Pabrik Semen Rembang diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan ketentuan perundangan di bidang pasar modal yang diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


(NIN)