Satu Terduga Teroris Bandung Warga Klaten

Pythag Kurniati    •    Rabu, 16 Aug 2017 15:04 WIB
penggerebekan teroris
Satu Terduga Teroris Bandung Warga Klaten
Personel kepolisian menyita sejumlah benda dari rumah kontrakan di Kampung Jajaway Pratista Timur Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Selasa, 15 Agustus 2017. (Metrotvnews.com/Octa)

Metrotvnews.com, Klaten: Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Mabes Polri menangkap lima terduga teroris di Bandung, Jawa Barat. Dua di antaranya diketahui merupakan suami istri. Mereka adalah AK dan AR.

AK tercatat sebagai warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hal tersebut dibenarkan Ketua RT 05, Bareng Lor, Klaten Utara, Sugi Priyono. 

Baca: Dua dari Lima Terduga Teroris Suami Istri

Sugi menerangkan, sejak kecil AK tinggal di Bareng Lor bersama ibunya. AK pernah pergi bekerja di Hong Kong. “Tapi bekerja sebagai apa saya tidak tahu,” ujar Sugi, Rabu, 16 Agustus 2017.

Ia mengaku terakhir bertemu dengan AK saat Ramadan, sekitar Juni 2017. Saat itu, AK baru saja dipulangkan dari Hong Kong. Semenjak pulang dari luar negeri, ia mengaku AK semakin tertutup dan sulit diajak berkomunikasi.

Sugi mendengar kabar bahwa warganya tersebut menjadi salah satu yang ditangkap oleh Densus 88 di Bandung. “Kepergiannya ke Bandung juga tidak ada yang tahu. Bahkan ibunya pun mengaku tidak diberi tahu,” jelas dia.

Tak hanya itu, Sugi mengaku tidak mengetahui bahwa AK telah memiliki suami. “Dari kabar yang beredar katanya ditangkap dengan suaminya, tapi saya sendiri tidak tahu kalau sudah bersuami,” paparnya.

Sementara, Lurah Bareng Lor Solikhatun mengungkapkan kepergian AK ke luar negeri sejak AK lulus dari SMA. Kemudian beberapa bulan lalu, ia kembali pulang ke Klaten.

“Yang saya tahu, ia sudah masuk DPO setelah dideportasi dari luar negeri. Perkaranya apa saya tidak tahu pasti,” jelas dia.

Baca: Terduga Teroris Coba Rakit Bom Kimia

AK ditangkap Densus 88 bersama pada Selasa, 15 Agustus 2017. Selain AK, Densus juga menciduk AR, Y, SH, dan R alias I. 

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus menerangkan terduga teroris tersebut diduga merakit bom kimia. Pernyataan tersebut disampaikan usai polisi menggeledah kontrakan di Bandung. 

Yusri menegaskan, kelompok ini akan merencakan aksi teror pada akhir Agustus. “Targetnya, Istana Negara dan Mako Brimob,” kata Yusri.


(SAN)