KPPU Dorong UMKM Masuk e-Katalog

Pythag Kurniati    •    Senin, 24 Jul 2017 16:55 WIB
umkm
KPPU Dorong UMKM Masuk e-Katalog
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin, 24 Juli 2017. --Pythag/MTVN--

Metrotvnews.com, Solo: E-katalog Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dinilai masih belum mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Lantarannya, e-katalog hanya mengakomodasi produk dari perusahaan besar.

“Kita ada e-katalog. Barang di e-katalog adalah barang dari perusahaan besar,” ungkap Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin, 24 Juli 2017.

Presiden Joko Widodo, lanjutnya, dalam rapat kabinet terbatas yang juga mengundang KPPU menyatakan bahwa produk UMKM diharapkan bisa masuk dalam e-katalog. “Menurut saya itu harus diimplementasikan dalam jangka pendek ini,” imbuh dia.

Meskipun belum dapat merinci langkah implementasi masuknya produk UMKM dalam e-katalog namun Syarkawi memastikan KPPU telah bertemu dengan LKPP dan BPK membahas persoalan ini. “Aturannya masih dalam pembahasan. Harapannya bukan cuma ikut serta, UMKM juga bisa menang,” urai Syarkawi.

Merujuk data KPPU, Indonesia memiliki 57,9 juta usaha. Dari angka tersebut, sekitar  99 persennya merupakan UMKM. “Sedangkan 0,01 persennya adalah pengusaha besar. Tapi 0,01 persen ini menyumbang kontribusi 38,59 persen terhadap bruto,” jelas dia.

KPPU menyoroti bahwa ada disparitas cukup besar antara usaha besar dengan UMKM. Ia mengatakan, di Indonesia perusahaan besar tumbuh tanpa diikuti oleh tumbuhnya UMKM.

Selain mendorong UMKM masuk dalam e-katalog, KPPU juga melakukan penguatan UMKM melalui kemitraan antara UMKM dengan usaha besar. Langkah ini bertujuan menciptakan persaingan usaha yang sehat.

“Kita akan pastikan kemitraan berjalan sesuai UU Nomor 20 Tahun 2008. Bahwa kemitraan itu saling memerlukan, mempercayai, memperkuat dan menguntungkan,” kata Syarkawi.


(ALB)