Pengalaman Muslim Muda Dampingi Umat Katolik Asia

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 09 Aug 2017 14:51 WIB
kerukunan beragama
Pengalaman Muslim Muda Dampingi Umat Katolik Asia
Sejumlah anggota Muslim Muda saat berfoto dengan peserta AYD 2017. (Foto: Dok. Jaringan Gusdurian)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Acara Asian Youth Day (AYD) ke-7 di Yogyakarta memang telah usai. Namun, sejumlah kenangan masih membekas dari siapapun yang terlibat dalam perhelatan berbasis kerukunan manusia dari beragam agama tersebut.

Rifqi Fairuz, misalnya. Pemuda muslim itu, bersama 106 muslim muda lainnya, turut terlibat dalam acara para pemuda-pemudi Katolik itu. Rifki merupakan Koordinator Pengembangan Sumber Daya Manusia Jaringan Gusdurian.

Baca: Presiden: Konstitusi Pelindung Kemajemukan

Dia menjaring ratusan mahasiswa untuk kelompok Muslim Muda di AYD. Tugas Muslim Muda adalah mendampingi 2.000 anak muda Katolik yang dibagi dalam 53 kelompok. 

"Tiap kelompok ada dua orang (Muslim Muda). Kami diharapkan bisa mewarnai dinamika di masing-masing kelompok," kata Rifqi di Yogyakarta pada Rabu, 9 Agustus 2017. 

Mulanya, tak semua Muslim Muda yakin bisa terlibat dalam acara AYD. Sebagian merasa tak menguasai ilmu tentang Islam, termasuk ilmu fiqih dan syariah. 

Namun, kata Rifqi, Muslim Muda diminta terlibat bukan untuk memberikan ceramah. "Teman-teman Muslim Muda ini hanya diminta berbagi pengalaman sebagai muslim dengan rekan yang beragama Katolik," tuturnya. 

Di salah satu sesi, Muslim Muda menjelaskan tentang Islam di Indonesia. Setelah itu, mereka membagikan kertas kosong untuk menulis apapun yang ingin diketahui mengenai Islam. 

Menurut Rifqi, berbagai pertanyaan dari kaum muda Katolik dari berbagai negara muncul. Namun, semua dijawab dengan relevansi isu kepemudaan, keindonesiaan, dan multikulturalisme di Asia. 

"Tujuan utamanya kami ingin mempromosikan multikulturalisme Indonesia. Bagaimana kebinekaan dan keberagaman yang ada di Nusantara ini," katanya. 

Ia juga menceritakan kisah lain. Saat awal acara hendak dimulai, panitia mengenalkan para anak Muslim Muda di podium di depan ribuan anak muda Katolik. Dalam perkenalan, mereka disambut dengan begitu meriah di acara yang dipusatkan di Jogja Expo Centre (JEC) itu. AYD berlangsung 3-6 Agustus 2017.

Rifqi menuturkan, setelah selama hampir sepanjang hari berada di kelompok, seorang Muslim Muda sempat berbincang dengan anak muda Katolik dan seorang Uskup dari Filipina.

Baca: Cinta dalam Kemajemukan

"Lalu Uskup ini memeluk salah satu Muslim Muda ini. Katanya mengucapkan terima kasih sudah mewarnai acara," ujarnya. 

Menurut dia, Uskup Filipina tersebut sangat mendambakan keakraban seperti saudara meski berbeda agama. Sebab, keakraban itu tak bisa diperoleh di Filipina. 

Ia menambahkan, para Muslim Muda juga diajak foto bersama hingga diberi kenang-kenangan. "Kita ingin anak muda Katolik peserta AYD bisa membawa pengalaman dari Indonesia. Mereka membuka ruang dialog dengan sesama yang beda agama di negara masing-masing," tuturnya. 




(SAN)