Ada 3.000 Nama Baru Penerima Bantuan Non-Tunai di Yogya

Antara    •    Kamis, 18 May 2017 11:59 WIB
kartu keluarga sejahtera
Ada 3.000 Nama Baru Penerima Bantuan Non-Tunai di Yogya
Warga menggesek kartu program keluarga harapan (PKH) nontunai. (Ant/Destyan Sujarwoko)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Keluarga prasejahtera yang sebelumnya tak terdata telah masuk dalam pemutakhiran data penerima bantuan pangan nontunai (BNPT) di Kota Yogyakarta.

"Ada sekitar 3.000 penerima baru untuk menggantikan data lama. Semuanya diambilkan dari peserta program keluarga harapan (PKH). Data langsung dari pusat," kata Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Hadi Muchtar di Yogyakarta, Kamis, 18 Mei 2017.

Namun demikian, kuota untuk penerima bantuan pangan nontunai di Kota Yogyakata tidak berubah. Yaitu tetap 17.634 penerima. Karenanya, dimungkinkan ada penerima yang tidak lagi mendapat bantuan pangan mulai periode Maret.

Dinas Sosial Kota Yogyakarta sudah menyampaikan data penerima baru BPNT tersebut ke kelurahan untuk segera dicermati dan dimungkinkan ada penggantian data melalui musyawarah kelurahan.

"Mungkin saja ada penerima yang sudah meninggal, pindah domisili atau sudah tidak lagi masuk kategori sebagai keluarga miskin," katanya.

Dia berharap tingkat kelurahan cepat merespons. Agar, penggantian data bisa lebih cepat. "Semua tergantung kelurahan. Semakin cepat ada penggantian semakin baik," kata Hadi.

Data pengganti, kata Hadi, akan ditetapkan melalui surat keputusan wali kota. Paling lambat pada November. Surat keputusan wali kota tersebut akan disampaikan ke pusat.

Sedangkan bagi warga yang tidak lagi menjadi penerima BPNT, masih dapat memanfaatkan kartu tersebut sebagai kartu ATM atau untuk menabung di bank.

"Hanya saja, warga sudah tidak lagi memperoleh bantuan senilai Rp110.000 per bulan," katanya.

Hingga saat ini, Dinas Sosial Kota Yogyakarta masih mengupayakan penyelesaikan pencairan bantuan pangan non tunai untuk periode Januari-Februari. "Harapannya bisa selesai akhir Mei ini," katanya.

Sedangkan pencairan bantuan untuk periode Maret, diperkirakan baru dapat dilakukan mulai Juni. "Pencairan tetap sama, bisa dilakukan di rumah pangan kita (RPK) atau di agen lain yang sudah bekerja sama serta di e-warong," katanya.


(SAN)