Sempat Mangkrak, Pemda DIY Bakal Bangun Pelabuhan Tanjung Adikarto

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 17 Sep 2017 14:55 WIB
pembangunan
Sempat Mangkrak, Pemda DIY Bakal Bangun Pelabuhan Tanjung Adikarto
Salah satu sudut Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulon Progo. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bakal melanjutkan pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto yang terletak di Kabupaten Kulon Progo. Kelanjutan ini menjadi terusan pembangunan pelabuhan yang tak kunjung beroperasi sejak kali pertama dibangun pada 2011. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Sigit Sapto Rahardjo mengatakan, pembangunan pelabuhan bakal melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO) sebagai pemilik wilayah. Selain itu, pembangunan juga melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan menyokong pendanaan. 

"Karena anggaranya besar yang dibutuhkan. Perhitungan utk sekadar operasional kira-kira Rp150 miliar, jika pembangunan sampai optimal sekitar Rp450 miliar," ujarnya di Kulon Progo, Minggu 17 September 2017. 

Ia menaksir estimasi pembangunan lanjutan memakan waktu tiga tahun. Dari rencana pembangunan tahun 2018, maka diperkirakan selesai dan bisa beroperasi pada 2020. 
 
Di tengah ketidakjelasan infrastruktur pelabuhan saat ini, kata dia, masyarakat sekitar, khususnya nelayan bisa memanfaatkan dengan usaha pariwisata dan kuliner. Menurut dia, hal itu sudah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir. 

"Pembangunan segala macam di kementerian, strukturnya akan dikaji ulang. Nantu akan ada penambahan panjang (pelabuhan) sekitar 740 meter. Saat ground breaking bandara sudah dibahas juga soal pelabuhan," ucapnya. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo Sudarna membenarkan rencana pembangunan lanjutan Pelabuhan Tanjung Adikarto. Menurut dia, kekurangan infrastruktur yang dibutuhkan memerlukan dana yang besar. 

"(Pemerintah) pusat menyanggupi untuk menyelesaikan pembangunan. Tidak bisa setahun selesai. Diusahakan tiga tahun," ujarnya. 

Menurutnya, inti kelanjutan pembangunan pelabuhan yakni menyediakan infrastruktur break water atau pemecah gelombang. Hal ini mengingat besarnya gelombang ombang yang ada di pesisir pantai selatan. 

Ia menambahkan, penambahan panjang pelabuhan di sisi timur diperkirakan sekitar 179 meter, sementara di sisi barat sekitar 140 meter. Sudarna berharap pembangunan itu bisa berjalan dengan baik selama tiga tahun. 

"Di Kulon Progo sini ada sekitar 677 nelayan. Ada yang nelayan kapal dan ada yang tidak. Harapannya setelah pelabuhan jadi bisa dimanfaatkan dengan baik," katanya. 



(ALB)