DIY Larang Pembangunan Hotel di Kawasan Karst Gunungkidul

Patricia Vicka    •    Senin, 21 Aug 2017 11:57 WIB
yogyakarta
DIY Larang Pembangunan Hotel di Kawasan Karst Gunungkidul
Batuan kars di Gunung Api Purba Ngelanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogykarta (DIY) melarang siapa pun membangun bangunan di sepanjang Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungkidul. Deretan batuan karst di Gunungkidul adalah bagian dari Taman Nasional Geopark yang harus dilindungi fungsi dan tatanannya.

"Tidak boleh membangun vila atau hotel atau apa pun sejenisnya di kawasan karst, terutama yang dekat pantai selatan Gunungkidul. Sebab, dikhawatirkan bisa merusak lingkungan dan tebing-tebing batuan karst yang dilindungi," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanto di Yogyakarta, Senin 21 Agustus 2017.

Aris mengaku, telah mendengar kabar terkait pembangunan villa dan hotel di KBAK Pantai Seruni, Gunungkidul. Menurutnya, pembangunan ini harus dihentikan.

(Baca: Pembangunan Pendukung Pariwisata di Kawasan Karst Harus Hati-hati)

Menurut Aris, pembangunan tersebut selain bisa merusak lingkungan, juga tidak sesuai dengan tata ruang yang didesain sebagai kawasan lindung batuan karst. Jika dibiarkan, ia khawatir terjadi alih fungsi lahan dari kawasan lindung menjadi kawasan ekonomi dan pusat hiburan.

"Batuan karst di Gunungkidul sebagai Geopark perlu dirawat kelestariannya supaya tidak berubah fungsi. Kalau sampai tidak dirawat, bisa saja statusnya sebagai Geopark dicabut oleh Unesco," tuturnya.

(Baca: Walhi Klaim Status Geopark Gunungsewu Bisa Dicabut)

Pembangunan villa dan hotel, lanjut Aris, juga akan menganggu keindahan bentang alam serta kenyamanan para wisatawan menikmati pantai dan keindahan Geopark. Ia mendorong desa wisata di Gunungkidul untuk menambah dan meningkatkan keberadaan homestay.

Jumlah homestay di dekat destinasi wisata perlu ditambah dan dipercantik. DIY kini memfokuskan pembangunan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Yogyakarta bagian selatan. Ini adalah bagian dari visi dan misi Gubernur DIY lima tahun ke depan, yakni `Kejayaan Samudra Hindia dalam Rangka Mengentaskan Kemiskinan`.

Sebelumnya, Walhi dan Koalisi Masyarakat Peduli Pegunungan Sewu (KMPPS) memprotes pembangunan hotel, vila, dan apatermen di KBAK dekat Pantai Seruni, Gunungkidul. Investor pembangun hotel ini belum mengantongi IMB, namun sudah mengepras batuan karst di wilayah tersebut.


(NIN)