Marwan Jafar Galang Dukungan Warga Nahdliyin Maju di Pilkada Jateng

Mustholih    •    Sabtu, 22 Jul 2017 02:40 WIB
pilkada 2018
Marwan Jafar Galang Dukungan Warga Nahdliyin Maju di Pilkada Jateng
Konsolidasi pengurus Nahdlatul Ulama dan PKB. MTVN/Mustholih)

Metrotvnews.com, Semarang: Calon Gubernur dari Partai Kebangkitan Bangsa, Marwan Jafar, menggalang dukungan kepada warga Nahdliyin untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah Jateng 2018. Marwan menyatakan semangat warga Nahdliyin memperbaiki Jawa Tengah harus disalurkan lewat politik.

"Tanpa itu mungkin bisa, tapi lama. Tapi lewat politik dengan dukungan, support kita bersama hari ini, insya Allah kita semua dapat mewujudkan apa yang kita cita-citakan," kata Marwan dalam konsolidasi pengurus Nahdlatul Ulama dan PKB di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 21 Juli 2017.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kata Marwan, tingkat kemiskinan Jawa Tengah nomor dua di Indonesia setelah Jawa Timur. "Artinya Jateng harus kita perjuangkan supaya maju untuk menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun gafur," ujar Marwan seraya menegaskan tidak akan lupa terhadap dukungan warga Nahdliyin.

Marwan berharap warga Nahdliyin yang menjadi kader PKB juga banyak yang meraih sukses dalam kontestasi politik di daerah dan nasional. Sebab, PKB berkeinginan menjadi pemimpin di Indonesia. 

"Mudah-mudaan banyak kader NU sukses di Pilkada. Khusus (warga NU) di PKB merebut kursi sebanyak-banyaknya di dpr, DPRD Kabupaten dan Kota. Mudah-mudahn kader NU bisa memimpin bangsa ini," jelas Marwan.

Pemilihan Gubernur di Jawa Tengah diselenggarakan pada pertengahan 2018. Hingga saat ini, baru PKB yang secara resmi mengusung Marwan Jafar sebagai calon gubernur.

Meski begitu, untuk bisa maju, PKB harus berkoalisi dengan partai-partai lain. Kursi PKB di parlemen tidak mencukupi untuk bisa sendirian mengusung Marwan. Hal ini berbeda dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mampu mencalonkan Gubernur tanpa ada koalisi.

Keterangan Foto: Cagub dari PKB, Marwan Jafar, dalam konsolidasi pengurus Nahdlatul Ulama dan PKB di Semarang, 


(LDS)