Murid Baru di SDN Wonolagi cuma Tiga

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 17 Jul 2017 14:29 WIB
pendidikan
Murid Baru di SDN Wonolagi cuma Tiga
Tiga murid baru di SD N Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Suasana lengang tampak pada hari pertama masuk sekolah di SD Negeri Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Senin 17 Juli 2017. Pemandangan ini sangat kontras dengan sekolah pada umumnya. Sebab, tahun ajaran baru kali ini sekolah tersebut hanya menerima tiga siswa baru. 

Tiga siswa baru tersebut, yakni Aira Diyah Ayu, 7; Alfin Emirul Vata, 7; dan Yasmin Korina Pratiwi,7. Ketiganya diantar orang tua masing-masing di hari pertama masuk sekolah. 

Di hari pertama itu, ketiganya bersama siswa lain dan guru mengikuti kegiatan syawalan. Setelah itu, mereka di kelas dan saling berkenalan. 

Dibimbing seorang guru SD Wonolagi, Tri Hariyani, satu persatu diminta mengenalkan diri. Ketika sudah mengetahui nama, guru Tri mencoba menanyakan berapa usia siswanya. 

Keheningan pecah saat salah seorang siswa berbicara. "Lupa, bu. Berapa ya umur saya?" ujar Alfin dengan kepolosannya. Bu guru Tri pun kemudian tersenyum mendengar jawaban Alfin. 

Selain berkenalan, guru Tri mencoba memberikan sedikit materi menulis. Isi materi menulis itu yakni menulis nama dan alamat tempat tinggal masing-masing siswa. 

Setelah itu, para murid disilakan pulang. Meskipun, sebagian besar dari siswa kemudian memilih bermain dengan teman-temannya di lingkungan sekolah. 

Tri mengungkapkan, pihak memang tak mengadakan upacara bendera. Kegiatannya hanya syawalan dan perkenalan. "Jumlah siswa dan guru hanya 13 orang," ucapnya. 

Minimnya jumlah peserta didik tak hanya di kelas I. Di kelas II ada empat siswa dan kelas VI ada tiga siswa. Sementara itu, kelas III, IV, dan V tidak ada siswa sama sekali. 

Tri menjelaskan, ketiadaan siswa di kelas III, IV, dan V tersebut lantaran sempat ada wacana penggabungan sekolah. Namun, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melarang penggabungan sekolah ketika datang ke lokasi itu. "Kata pak Sultan kasihan anak-anak," kata dia. 

SD Wonolagi memang sekolah yang diperuntukkan untuk warga di sekitar Dusun Wonolagi. Letak wilayah ini terbilang jauh dari pusat kota Kabupaten Gunungkidul, Wonosari. Untuk mengakses Desa Ngleri saja hanya menempuh jarak sekitar lima kilometer. Sedangkan, untuk ke Dusun Pengkok, Kecamatan Patuk harus melintasi jembatan gantung yang kondisinya sudah tidak bagus. 

"Paling dekat ke SD lain itu di SD Pengkok, jaraknya 2,5 kilometer. Tapi ya itu, harus lewat jembatan gantung," jelasnya. 

Kondisi jembatan gantung menuju Dusun Pengkok sudah mengkhawatirkan. Lantai jembatan yang terbuat dari kayu dan sudah berlubang, serta sejumlah elemen besi telah berkarat. Hampir sebagian aktivitas warga setempat masih melintasi jembatan yang diresmikan pada 2007 oleh Bupati Suharto. Warga enggan memakai jalur lain karena harus menempuh jarak lebih jauh dan waktu lebih lama. 



(ALB)