Bisnis Pernak-Pernik Imlek Yogyakarta Laris Manis

Patricia Vicka    •    Kamis, 31 Jan 2019 16:46 WIB
imlek
Bisnis Pernak-Pernik Imlek Yogyakarta Laris Manis
Manajer toko Semangat Baru Luciana Iin. Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Penjualan pernak-pernik Imlek di Yogyakarta, DI Yogyakarta, meningkat sepekan sebelum perayaan yang jatuh pada 5 Februari 2019. Barang seperti lampion, gambar shio Babi, makanan khas imlek dan parsel banyak diburu warga keturunan Tionghoa.

Manajer toko Semangat Baru Luciana Iin mengatakan, pesanan dan pembelian  pernak pernik khas imlek meningkat sekitar 20-30 persen ketimbang hari biasa. Namun ia enggan menjelaskan besaran omzet penjualan harian.

"Penjualan paling banyak biasanya h-1 atau h-2 sebelum Imlek," ujar Iin di Toko Semangat Baru Jalan Pajeksan Yogyakarta, Kamis 31 Januari 2019.

Seminggu sebelum Imlek, pelanggan biasanya memenuhi tokonya untuk membeli lampion, patung atau gambar shio. Barang-barang tersebut dibeli untuk menghias rumah mereka demi mendatangkan nuansa Imlek.

Ia mencontohkan Pohon Sakura dan pohon Jeruk merupakan simbol musim semi. Saat Imlek berlangsung, Tiongkok sedang mengalami musim semi. Sementara parsel dibeli untuk hadiah ke sanak keluarga atau kerabat.

Pernak pernik Imlek dijual dari harga Rp3 ribu hingga jutaan rupiah. Sementara parsel dibanderol mulai dari Rp 150 ribu.

Tiga hari sebelum perayaan Imlek, pembeli akan kembali untuk perlengkapan sembahyang di klenteng dan bumbu makanan. Barang-barang berdoa yang paling laris adalah dupa, dan lilin.

Sementara bahan makanan yang banyak diborong adalah misoa, manisan, kue keranjang, kue bulan dan bumbu dapur. Tak ketinggalan amplop untuk angpao juga laris manis. Perlengkapan Sembahyang dihargai Rp5ribu sampai ratusan ribu.

"Misoa itu mie. melambangkan umur panjang. Kalau bumbu makanan dipakai memasak chinese food di hari Imlek,"tutur dia.

Peningkatan penjualan juga terjadi pada kue Keranjang "Tukangan"di Tegal Panggung Danurejan DIY. Seminggu menjelang imlek, pemilik usaha Kue keranjang, Sulistyowati mengatakan permintan kue keranjang meningkat hingga 100 persen. Seminggu sebelum imlek, ia mengaku sudah menjual sekitar 200-an kue dalam sehari.

"Harga kue saya jual Rp 12 ribu per buahnya hingga Rp40ribu per kilogram,"ujar wanita yang sudah menekuni usaha ini lebih dari 58 tahun.

Ia mulai membuat kue ini sebulan sebelum perayaan imlek. Kue-kue bikinannya kemudian dikirim untuk warga Yogyakarta dan luar Jogja. Wanita berumur 72 tahun ini sudahmemiliki agen di luar Yogya, seperti Magelang, Purworejo, dan Gombong yang siap menjual kue keranjang buatannya. 


(SUR)