Plastik Dominasi Sampah di Sungai Solo

Pythag Kurniati    •    Selasa, 04 Dec 2018 14:45 WIB
sampah
Plastik Dominasi Sampah di Sungai Solo
Sampah di tanggul atau talut Kali Pepe, pintu air Demangan

Solo: Sampah masih saja menjadi persoalan yang mengganggu aliran sungai. Plastik dan popok bayi merupakan jenis sampah yang mendominasi di Bengawan Solo dan anak sungainya.

Pantauan Medcom.id, Selasa, 4 Desember 2018 di pintu air Demangan, Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, tampak sampah-sampah mengapung di permukaan sungai. Di talut tepi sungai pun terlihat tumpukan sampah.

Warga Gandekan, Asngari, 55, mengatakan sampah-sampah tersebut bukan berasal dari warga bantaran. "Yang buang itu orang naik motor langsung lempar sampah ke sungai," katanya.

Dampaknya dirasakan warga bantaran, terutama ketika air meluap. "Sampah-sampahnya ikut masuk ke rumah warga, kebanyakan sampah plastik dan popok bayi," ujarnya.

Pemkot Solo sebenarnya telah membuat regulasi dengan Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang larangan membuang sampah di sungai. Namun peraturan itu tampaknya tidak membuat masyarakat takut.

"Memang masalahnya ada di kesadaran masyarakat yang masih kurang," kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Solo, Arif Darmawan. Arif mengklaim, Pemkot telah berulang kali melakukan sosialisasi guna memberikan pemahaman pada masyarakat.

Mengenai banyaknya sampah plastik dan popok bayi, pihaknya juga mengakui bahwa adat istiadat masyarakat setempat menjadi kendala.

"Orang Jawa kan enggak boleh buang popok di sampah dan enggak boleh dibakar, sehingga banyak yang memilih buang sungai," ujarnya.


(ALB)