UGM Gratiskan Biaya Satu Semester Mahasiswa Terdampak Bencana

Patricia Vicka    •    Senin, 08 Oct 2018 19:24 WIB
bencana alam
UGM Gratiskan Biaya Satu Semester Mahasiswa Terdampak Bencana
Seorang warga mengambil barang layak pakai di Kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (8/10). ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang.

Yogyakarta: Mahasiswa terdampak bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu dan Donggala Sulawesi Tengah akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan.

Universitas Gadjah Mada (UGM) menggratiskan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) satu semester bagi mahasiswa asal NTB dan Sulawesi Tengah.

"Untuk semester selanjutnya akan kita evaluasi terkait dengan kondisi keluarga masing-masing," kata Rektor UGM Panut Mulyono di hadapan ratusan mahasiswa asal NTB dan Sulawesi Tengah di gedung Univercity Club (UC) UGM, Yogyakarta, Senin, 8 Oktober 2018.

Selain memberikan keringanan biaya kuliah, UGM juga memberikan fasilitas kamar gratis bagi mahasiswa daerah yang menempuh kuliah sementara di UGM.

Sementara mahasiswa yang masih kesulitan biaya hidup akan diberikan pekerjaan paruh waktu di lingkungan kantor pusat UGM dan kantor Fakultas. 
"Bisa membantu kegiatan administrasi agar bisa mendapatkan honorarium atau uang lelah," jelas Panut.

Panut menjelaskan, pemberian keringanan biaya kuliah ini dilakukan dalam rangka meringankan beban ekonomi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga yang terdampak bencana di Palu, Donggala, dan Lombok. 

"UGM menyampaikan simpati dan keprihatinan kepada mahasiswa dan keluarganya yang berada di daerah yang mengalami bencana yang sangat luar biasa, sebagai tindaklanjut rasa simpati dan keprihatinan terhadap bencana tersebut kita sepakat mengeluarkan kebijakan ini," ungkap Panut.

Sementara itu Faesal Fathurahman, mahasiswa asal Lombok mengatakan, kebijkan yang diberikan kampus bisa meringankan dirinya dan mahasiswa lain yang terkena dampak bencana.

"Kebijakan ini sangat membantu kami," kata pria yang kuliah di Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM tersebut.

Sedangkan Angga Pradan, mahasiswa asal Palu mengatakan, kebijkan ini menurutnya tidak hanya untuk mahasiswa S1 namun juga bisa diberikan kepada mahasiswa untuk jenjang pascsasarjana. 

Meski begitu ia mengharapkan kebijkan ini juga tidak hanya berlaku untuk satu semester namun dapat diberlakukan untuk semester selanjutnya semasa masa pemulihan dari bencana belum selesai.

"Kita tahu masa recovery membutuhkan waktu yang panjang, pembiayaan UKT bisa berlanjut mengingat kondisi saat ini belum stabil," ungkap Angga.


(DEN)