2.500 Pasutri di Gunungkidul Tak Punya Buku Nikah

Agus Utantoro    •    Jumat, 07 Oct 2016 16:14 WIB
pernikahan
2.500 Pasutri di Gunungkidul Tak Punya Buku Nikah
Ilustrasi. Foto: Antara/Moch. Asim

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Ribuan pasangan suami-isteri di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum memiliki buku nikah. Hal ini terjadi karena ketidak-tahuan mereka mengenai pentingnya administrasi kependudukan, khususnya terkait pernikahan.

Panitera Pengurusan Perkara Pengadlan Agama Wonosari, Suhartadi, menjelaskan ada 2.500 pasangan suami-isteri yang belum memiliki buku nikah dan belum disahkan atau isbad nikah. 

"Mereka ini sebagian besar tinggal di kawasan pesisir Gunungkidul dan sudah menjadi pasutri puluhan tahun," kata Suhartadi, Jumat (7/10/2016). Yakni, di Kecamatan Girisubo, Saptosari, Paliyan, Tanjungsari, dan Rongkop. 

Menurutnya, catatan ini terparah di wilayah DIY. Meski demikian, Suhartadi menyebut, secara agama, pernikahan mereka sudah sah.

“Sebenaranya pemerintah sudah berupaya mengurangi angka tersebut, namun karena anggaran terbatas, pencatatan belum dilakukan," ujarnya.

Pengadilan Agama akan menggandeng Kantor Kemenag Gunungkidul dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul untuk melaksanakan isbad nikah. 
“Pada 2014 lalu sudah dilaksanakan (sidang isbad), namun belum semua selesai,” katanya.

Ia menambahkan, buku nikah penting sebagai dokumentasi kependudukan. Tanpa buku nikah sulit untuk membuat akta kelahiran anak, paspor, dan dokumen negara lainnya. 

Pada akhir 2016, pihaknya mengaku sudah melaksanakan sidang isbad terpadu tahap pertama sebanyak 147 perkara.

“Dengan asumsi yang belum memiliki buku nikah sebanyak 2.500, maka penyelesaian sidang isbad baru rampung 17 tahun mendatang,” kata dia.

Camat Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Jaka Wardoyo mengakui di wilayahnya banyak warga yang belum memiliki buku nikah. "Mereka umumnya tak mengetahui pentingnya buku nikah," kata dia.


(UWA)