Bandel Tak Mau Direlokasi, Satpol PP Seret PKL ke Meja Hijau

Rhobi Shani    •    Rabu, 05 Oct 2016 15:44 WIB
penertiban pkl
Bandel Tak Mau Direlokasi, Satpol PP Seret PKL ke Meja Hijau
Sidang tipiring PKL di Pengadilan Negeri Jepara. Foto: Metrotvnews.com/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terpaksa menyeret dua pedagang kaki lima (PKL) ke meja hijau. Itu lantaran mereka tak mengindahkan peringatan petugas Satpol PP agar mereka tak berjualan di trotoar dan bahu jalan.
 
Dua PKL itu adalah Melani Adi Yulianto dan Endri Utomo. Keduanya merupakan pedagang buah dari Desa Jatirejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.
 
Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santoso mengatakan keduanya terbukti bersalah melanggar Perda Nomor 20 Tahun 2012 tentang Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan (K3). Sebelum diseret ke meja hijau, ia mengaku sudah berulang kali memperingatkan mereka. Bahkan, beberapa kali anggotanya menyita perlengkapan berjualan.
 
“Penertiban yang terakhir malah mau bentrok. Ini pertama kali Satpol PP menyeret PKL ke pengadilan,” ujar Trisno usai persidangan, Rabu (5/10/2016).
 
Pelanggar Perda dijerat tindak pidana ringan dengan ancaman kurungan penjara 3 bulan atau denda maksimal Rp50 juta. Namun, hakim hanya menjatuhkan vonis denda Rp200 ribu.
 
“Pertimbangan hakim karena mereka baru pertama kali melanggar. Tapi ke depan, kalau sampai masih nekat berjualan di trotoar, kami berharap hukumannya maksimal," kata Trisno.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama mengatakan berjualan dengan mobil bak terbuka di bahu jalan tidak melanggar UU Lalu Lintas. 

"Dengan catatan tidak memarkir kendaraannya di bahu jalan. Itu jelas melanggar UU Lalu Lintas," ujarnya.


(UWA)