Petani Tebu Yogya Desak Penghapusan PPN

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 24 Aug 2017 14:57 WIB
gula
Petani Tebu Yogya Desak Penghapusan PPN
Aksi protes petani tebu di Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Bantul: Puluhan petani tebu di Yogyakarta memprotes kebijakan pemerintah terkait aturan yang dianggap tak adil. Petani yang bekerja di Pabrik Gula Madukismo itu memarkir truk di pinggir simpang empat Madukismo, Ringroad Selatan, Bantul Yogyakarta pada Kamis, 24 Agustus 2017. 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPD APTRI), Roby Hernawan mengatakan aksi dilakukan sebagai wujud keprihatinan atas pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen kepada petani tebu. Kebijakan itu dianggap sama sekali tak memihak petani. 

"Kami minta segera ada revisi," ujar Roby. 

Roby mendesak pemerintah segera memenuhi tuntutan petani untuk menghapus PPN petani tebu. Ia mendesak Menteri Keuangan segera menerbitkan revisi aturan itu. 

Petani juga mendesak pemerintah ikut mengintervensi harga. Di tingkat petani yang harganya Rp9.100 per kilogram dianggap tak manusiawi. Dengan potongan PPN 10 persen, praktis petani hanya mendapat Rp8.300. 

"Kami ingin pemerintah membeli gula dari petani seharga Rp11.000 per kilogram, bukan Rp9.100. Kalau dibeli dengan harga di bawah itu, petani rugi. Kami khawatir petani enggan lagi bertani tebu, imbasnya stok gula nasional bisa kurang," katanya. 

Sekretaris I DPD APTRI, Fajar Akbar Kurniawan mengungkapkan aksi protes ini dilakukan serentak di berbagai daerah. Khususnya di wilayan Jawa; Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta. 

"Kami ingin suara petani didengar Presiden Joko Widodo. Petani tebu harusnya dilindungi," kata dia.


(SAN)