HET Menyebabkan Harga Beras Naik

Rhobi Shani    •    Rabu, 27 Sep 2017 13:39 WIB
beras
HET Menyebabkan Harga Beras Naik
Toko beras di Pasar Jepara Satu. MTVN/Rhobi

Metrotvnews.com, Jepara: Harga eceran tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah malah membuat harga beras naik. Selain itu, HET dituding menekan pedagang.
 
Pedagang beras di Pasar Jepara Satu (Ratu), Ninik Endang Sriyanti menyampaikan, sebelum pemerintah menetapkan HET, beras jenis medium dijual Rp8.500. Namun, HET yang ditetapkan pemerintah Rp9.500. Sementara beras jenis premium dari Rp10 ribu naik menjadi Rp11 ribu.
 
“Ya, akhirnya harganya kan menjadi naik menyesuaikan itu (HET) karena dari distributor harganya naik,” ujar Ninik, Rabu 27 September 2017.
 
Ninik bilang, dengan adanya HET pedagang menjadi korban permainan harga. Distributor menjual beras dengan harga tinggi. Sementara pedagang dalam menjual beras dibatasi HET.
 
“Sekarang kan sudah enggak bisa menentukan harga. Ya, mau tidak mau harus menjual sesuai HET berapapun harga beli berasnya,” keluh Ninik.
 
Sebelum ada HET, Ninik menambahkan, harga beras sering mengalami perubahan naik turun. Itu disebabkan musim. Jika musim panen tiba, harga beras dipastikan akan turun.
 
“Kalau pas tidak panen harganya naik, tapi paling hanya Rp1.000 kenaikannya,” ungkap Nanik.
 
HET beras sudah ditetapkan sejak 1 September 2017. Disampaikan Ninik, sampai saat ini belum ada sosialisasi dari pemerintah Kabupaten Jepara. Pengawasan harga langsung ke pedagang juga tidak pernah.
 
“Saya tahu HET itu ya, dari televisi. Sampai sekarang belum pernah ada petugas yang ngecek mendata harga-harga beras,” kata Ninik.
 
Pedagang beras lainnya, Nikhaya, juga mengungkapkan hal senada. Dengan adanya HET, kecil kemungkinan harga beras bisa turun meskipun saat musim panen. Itu karena, pedagang distributor pastinya akan menjual harga maksimal.
 
“Kalau dari sana (distributor) sudah tinggi, padahal musim panen, masa ya, mau dijual lebih murah,” kata Nikhaya.



(ALB)