Enam Tersangka Mapala UII Dilimpahkan ke Kejari Karanganyar

Pythag Kurniati    •    Selasa, 15 Aug 2017 13:22 WIB
kekerasan di mapala uii
Enam Tersangka Mapala UII Dilimpahkan ke Kejari Karanganyar
Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak bersama para tersangka dan barang bukti kasus kekerasan Mapala UII Yogya, Selasa (15/8/2017). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Karanganyar: Kasus dugaan kekerasan diksar The Great Camping (TGC) XXXVII Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia (UII) yang menewaskan tiga mahasiswa memunculkan enam nama tersangka baru. Mereka adalah TN, HS, TAR, DK, RF, dan NAI.

Setelah tersangka melalui masa penahanan selama kurang lebih 90 hari, Kejaksaan Negeri Karanganyar menyatakan berkas telah lengkap (P21). Keenam tersangka beserta barang bukti dilimpahkan dari Polres Karanganyar ke kejaksaan.

“Hari ini kita serahkan enam tersangka yang merupakan staf operasional regu dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri  Karanganyar,” ungkap Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak di Mapolres Karanganyar, Selasa, 15 Agustus 2017.

Sebelumnya, JPU sempat meminta penyidik melengkapi berkas sebanyak dua kali. “Kemudian dinyatakan lengkap atau P21 pada 4 Agustus 2017,” tutur dia.

Beberapa barang bukti baru yang juga dilimpahkan bersama tersangka antara lain satu pasang sepatu gunung, seragam operasional saat diksar, seragam Mapala Unisi, ikat pinggang dan tali perusik.

Ade Safri memaparkan, kapasitas enam tersangka dalam dugaan ikut serta dalam kekerasan hingga mengakibatkan tiga mahasiswa UII meninggal bakal segera diuji dalam persidangan. “Terutama bagaimana peran mereka pada tiga korban meninggal yakni Syaits Asyam, Muhammad Fadhli, dan Ilham Nur Padmy,” terang Kapolres.

Enam tersangka dijerat Pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun. Mereka juga dijerat Pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP dan Pasal 55 ayat 1 KUHP. “Ancaman penjara paling lama 7 tahun,” kata dia.

Tersangka lain

Penyidik tidak akan berhenti meski berkas dan  enam tersangka di tahap kedua ini telah dilimpahkan ke kejaksaan. Penyidik akan kembali mendalami kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus dugaan kekerasan diksar Mapala Unisi UII.

“Termasuk mendalami dugaan kesengajaan dalam penghilangan barang bukti berupa dokumen video dan foto yang merekam kejadian diksar,” kata Ade Safri.

Sebelumnya, polisi menyita beberapa barang bukti berupa laptop, kamera dan CPU. Namun penyidik tidak mendapati berkas dalam barang bukti tersebut.

Setelah dilakukan upaya pengembalian berkas di laboratorium forensik Polda Jateng, penyidik mendapati rekaman video dan foto yang menunjukkan adanya kekerasan selama diksar berlangsung.

“Terhadap siapapun yang menghalangi atau mengaburkan penyelidikan, ada ancaman pidananya,” pungkas Kapolres. Ia menegaskan, kasus kekerasan diksar Mapala Unisi UII ini harus diusut secara tuntas.


(SAN)