Dana Desa di Kendal Dimanfaatkan untuk Pembangunan Infrastruktur

Iswahyudi    •    Senin, 14 Aug 2017 17:22 WIB
dana desa
Dana Desa di Kendal Dimanfaatkan untuk Pembangunan Infrastruktur
Warga kerja bakti mengecor jalan di Desa Brangsong, Kendal, Jawa Tengah -- MTVN/Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Desa Brangsong di Kendal, Jawa Tengah, bakal memanfaatkan dana desa untuk pembangunan infrastruktur jalan. Pembangunan jalan bertujuan memperlancar roda perekonomian dan pertanian.

Kepala Desa Brangsong Suparnom menjelaskan, tahun ini pihaknya mendapatkan dana desa sejumlah Rp843.382.000. Sebanyak 80% dari jumlah tersebut digunakan untuk mengecor jalan dengan ketebalan 15-20 sentimeter.

"Khusus untuk jalan desa, dilakukan cor beton dengan swadaya masyarakat. Sehingga, bisa menekan biaya dan menambah volume pekerjaan," kata Suparno, Senin 14 Agustus 2017.

(Baca: Optimalisasi Dana Desa Butuh Pengawasan dan Regulasi)

Selain infrastuktur jalan, dana desa juga digunakan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, baru berjalan beberapa persen sebab skala prioritas adalah pembangunan jalan desa, jalan pertanian, dan gang kampung.

Sihom, warga Brangsong, mengakui, merasakan manfaat jalan desa yang kini sudah halus. Sebagai pengusaha gabah basah, ia jadi lebih lebih mudah membawa hasil produksinya.

"Jalan yang sudah bagus terbukti mampu meningkatkan perekonomian warga Desa Brangsong," tutur Sihom.

Selama tiga tahun terakhir, alokasi dana desa pun terus meningkat, yakni Rp20,76 triliun di 2015 dengan rata-rata dana per desa Rp280,3 juta, pada 2016 sejumlah Rp46,98 tiliun dengan rata-rata dana per desa Rp643,6 juta, dan pada 2017 mencapai Rp60 triliun dengan rata-rata per desa Rp800,4 juta.

Laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan, pada 2016 terdapat 300 laporan penyelewengan alokasi dana desa. Kepolisian menyatakan 61 tersangka masuk tahap penyelidkan. Sementara, Indonesia Corruption Watch (ICW) membuktikan adanya 62 kasus korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp18 miliar.

 


(NIN)