Divaksin Rubella, Siswa SD: Kayak Digigit Semut

Rhobi Shani    •    Selasa, 01 Aug 2017 14:49 WIB
imunisasi
Divaksin Rubella, Siswa SD: Kayak Digigit Semut
Anak-anak SD Negeri 1 Jambu Mlonggo mengantre untuk mendapatkan imunisasi Rubella, MTVN - Rhobi

Metrotvnews.com, Jepara: Sejak pagi, ratusan siswa SD Negeri 1 Jambu Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah, mengantre di dua ruang. Mereka menunggu giliran untuk mendapatkan imunisasi rubella.

Pantauan Metrotvnews.com, Selasa 1 Agustus 2017, orang tua berjejer di sekitar dua ruang. Mereka menemani si anak yang akan mendapat suntikan. 

Beberapa anak menangis. Orang tua pun berperan menjadi penenang. 

Ahmad Khoirul, 11, siswa kelas V menunggu giliran. Saat namanya dipanggil, ia pun masuk ke ruangan. Matanya berkaca.


(Salah satu anak SD Negeri 1 Jambu Mlonggo Jepara mendapat imunisasi rubella, MTVN - Rhobi)

Khoirul tak berkutik saat petugas imunisasi mengangkat lengan baju seragamnya. Wajahnya bereaksi saat petugas menyuntikkan vaksin.

“Tadi sebelum disuntik saya kira sakit banget. Tapi setelah disuntik ternyata tidak (sakit). Kayak digigit semut,” kata Khoirul usai mengikuti imunisasi.

Lain lagi dengan Irgi, 8. Ia tahu petugas imunisasi datang ke sekolah. Irgi tetap mendatangi sekolah namun ia takut. Wajahnya tampak resah saat melihat siswa-siswa lain keluar dari ruang imunisasi dengan menangis.

Nama Irgi dipanggil. Irgi enggan beranjak. Guru dan petugas pun meluncurkan jurus rayuan agar siswa kelas II itu mau diimunisasi.

Beberapa lama kemudian, ia keluar dari ruangan dengan wajah lebih cerah. “Ternyata nggak sakit. Hanya sakit sedikit saja. He...he...he...,” kata Irgi malu-malu.


(Ekspresi dua siswa SD Negeri 1 Jambu Mlonggo Jepara menunggu giliran mendapat imunisasi rubella, MTVN - Rhobi)

Selama Agustus dan September 2017, pemerintah menggelar imunisasi khusus campak dan rubella (measles-rubella) di seluruh wilayah di Indonesia. Anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun menjadi sasaran utama pemberian imunisasi ini. 

Kompilkasi campak dapat menyebabkan radang otak, cacat permanen bahkan radang paru-paru. Sementara rubella akan menunjukkan ancaman terbesarnya pada ibu-ibu yang tengah hamil muda. 

Gejala-gejala yang ditimbulkan di antaranya, demam, sakit kepala, hidung tersumbat atau beringus, tak nafsu makan, iritasi ringan pada mata, pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher, ruam atau bintik kemerahan, dan nyeri pada sendi.


(RRN)