Penderita Campak dan Rubella di Pekalongan Menurun

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 02 Aug 2017 18:00 WIB
imunisasi
Penderita Campak dan Rubella di Pekalongan Menurun
Ilustrasi Media Indonesia. --Foto: MI/AGUS UTANTORO--

Metrotvnews.com, Pekalongan: Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, hingga saat ini belum terbebas dari penyakit campak dan rubella. Namun, jumlahnya jauh menurun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan mengatakan, pada 2016 ditemukan sebanyak 37 kasus campak dan rubella. Sedangkan hingga Juli 2017, baru ditemukan 5 kasus positif rubella.
 
“Angkanya jauh menurun, karena hingga Juli tahun ini, baru ditemukan 5 kasus positif rubella. Kebanyakan yang menderita anak-anak usia sekolah. Paling banyak di wilayah padat penduduk, seperti Kedungwuni,” ujar Setiawan di kantornya, Rabu, 2 Agustus 2017.

Menurutnya, penurunan jumlah penderita dikarenakan masyarakat sudah semakin sadar pentingnya imunisasi, untuk pencegahan penyakit campak dan rubella. selain itu, Dinkes juga gencar melakukan pencegahan dan antisipasi penularan penyakit menular tersebut.

"Upaya pencegahan yang kita lakukan dengan cara vaksinasi MR secara menyeluruh, kami lakukan setahun sekali, " papar Setiawan.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Sutanto menyampaikan untuk memutus rantai penularan penyakit campak dan rubella kepada anak-anak dan terutama ibu hamil, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Kampanye Imunisasi Campak (Measles) dan Rubela /MR, pemberian imunisasi ini dilakukan secara massal dan serentak.
 
Sasaran imunisasi ini adalah anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Di Kabupaten Pekalongan sebanyak 228.332 anak menjadi sasaran iminisasi MR, yang terdiri dari anak usia 9 bulan sampai 7 tahun sebanyak 89.993 anak, usia 7 tahun hingga 15 tahun sebanyak 138.166 anak, sementara untuk kelompok anak tidak sekolah sejumlah 2.469 anak.
 
“Untuk Agustus, imunisasi diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dari PAUD sampai Sekolah Dasar, sedang untuk bulan September untuk balita dan anak usia pra sekolah,” jelas Sutanto.
 
Sejumlah pos disiapkan untuk pemberian imunisasi MR ini. Diantaranya, Posyandu yang digunakan sebagai pos imunisasi berjumlah 1.390 pos, PAUD sebanyak 375, SD/MI sebanyak 518, SMP sederajat dan pondok pesantren sebanyak 118.
 
“Untuk anak-anak yang tidak dapat hadir di Pos atau tertunda karena alasan medis akan dilakukan kunjungan oleh petugas kesehatan Puskesmas dan Kades sehingga diupayakan tidak ada anak yang tidak diimunisasi. Kami akan gunakan sistem jemput bola, langsung mendtangi ke rumah warga,“ ujar Tanto.
 
Ditambahkannya, untuk mendukung pelaksanaan imunisasi serentak ini telah disiapkan logistik dari Kementrian Kesehatan yaitu berupa vaksin MR 28.542 vaksin, split ADS 0,5 ml, split 5 ml, safety Box, dan Vaksin Carrier.
 
“Semua perlengkapan telah kami distribusikan ke Puskesmas sesuai dengan alokasi yang tersedia. Demikian pula untuk tenaga pelaksananya juga telah kami siapkan Tenaga Supervisor sebanyak 80 orang, tenaga vaksinator sebanyak 1103 orang, kader sebanyak 5.473 orang, dan guru UKS sebanyak 1.326 orang,” ujarnya.


(ALB)