Nelayan Brebes Banting Setir jadi Petani Garam

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 26 Jul 2017 15:53 WIB
garam
Nelayan Brebes Banting Setir jadi Petani Garam
Warga tengah mengolah tambak untuk produksi garam di Brebes, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Brebes: Harga garam yang melonjak tinggi beberapa pekan terakhir membuat para nelayan di Brebes, Jawa Tengah, beralih menjadi petani garam. Hal itu karena dinilai lebih menguntungkan ketiimbang melaut.  
 
Salah satu nelayan yang telah berpindah jadi petani garam, Dastam, 52, mengatakan, saat ini musim laut tengah memasuki angin timuran. Hal ini menyebabkan ombak di laut besar dan membahayakan keselamatan nelayan pencari ikan.
 
"Jadi saat ini nelayan lebih memilih menjadi petani garam, apalagi harga garam sedang tinggi,” katanya ditemui di kediamannya Desa Kaliwlingi, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Rabu, 26 Juli 2017.
 
Dastam menuturkan saat ini sedang musim kemarau. Kalau musim dan berangin seperti sekarang ini, ikan besar di pinggiran (laut) tidak ada. Orang kampug sekitar mengatakan air sedang dingin.
 
Namun saat musim penghujan kembali tiba, ia bersama teman lainnya akan meninggalkan lahan garam dan beralih menjadi nelayan rajungan.  Ia mengatakan, harga jual garam saat ini sangat tinggi hingga mencapaia Rp4000 perkilogram, sedangkan saat kondisi normal hanya sekitar Rp500 perkilogram.
 
Nelayan yang beralih jadi petani garam juga dilakukan Nur Samadikun, 55, warga Sawojajar. Ia mengatakan, proses pembuatan garam dimulai dengan menampung air laut selama sekitar sepekan di petak penampungan hingga terjadi perubahan kondisi air.
 
“Air tampungan dialirkan ke petak lain untuk kristalisasi. Satu petak lahan garam bisa dipanen berkali- kali. Tiap satu pekan kami dapat memanen garam hingga 10 petak di lahan sekitar satu hektare," terang Samadikun.


(ALB)