Relokasi Warga Terdampak Bandara Kulon Progo Mulai Januari

Patricia Vicka    •    Rabu, 23 Nov 2016 15:50 WIB
bandara
Relokasi Warga Terdampak Bandara Kulon Progo Mulai Januari
Masterplan Bandara Kulon Progo. (Metrotvnews.com/Jogjainvest.jogjaprov.go.id)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Proyek pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo telah masuk proses pembayaran lahan. Warga terdampak New Yogyakarta International Airport itu bakal mulai direlokasi pada Januari 2017/

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemkab Kulon Progo menargetkan proses relokasi berjalan selama empat bulan.

Baca: Medio November, Ganti Rugi Lahan Bandara Kulon Progo Rampung

"Tercatat ada 262 kepala keluarga yang akan direlokasi. Prosesnya dari Januari sampai Mei 2016," ujar penjabat Bupati Kulon Progo Budiastono kepada Metrotvnews.com melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu (23/11/2016).

Warga terdampak akan direlokasi ke tanah kas desa yang tersebar di lima desa di sekitar lahan terdampak bandara. Pembangunan rumah relokasi dilakukan sendiri oleh warga dengan didampingi tim Rehabilitasi dan rekontruksi masyarakat (Rekompak).

Baca: Bandara Kulon Progo Ditargetkan Beroperasi 2019

"Desainnya dari tim Rekompak. Yang bangun warga sendiri. Rumahnya ada empat tipe, 36, 45, 60, dan 100. Luas tanahnya 100-200 meter," jelasnya.

Pembangunan rumah relokasi akan didesain tahan gempa. Pemkab Kulon Progo kini tengah melakukan kajian pembangunan rumah relokasi. "Kami sedang pikirkan pembagian lahan di tiap desa," katanya.

Usai kajian rampung, tanah calon relokasi akan dikeruk dan diratakan agar siap dibangun. Selain itu akan dibangun pula fasilitas dan sarana umum dan kesehatan di lingkungan relokasi oleh Dinas PUP-ESDM DIY.

Baca: Studi Amdal Bandara Kulon Progo Minim Masukan Publik

Tempat relokasi warga terdampak bandara ada di desa Jangkaran, Palihan, Glagahsari, Kebonrejo, Sindutan dan Janten. Desa-desa itu berada di sekitar lokasi bandara.


(SAN)