Modus Pungli Pariwisata di Yogya: Jual Tiket Bekas

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 26 Nov 2016 11:20 WIB
pungutan liar
Modus Pungli Pariwisata di Yogya: Jual Tiket Bekas
Ilustrasi. Foto: Antara/Yusran Unccang

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pungutan liar (pungli) kembali ditemukan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tak lama setelah seorang pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi tersangka, pungli di sektor pariwisata kembali terjadi.

Pungli dilakukan tidak secara langsung, namun dengan modus menjual kembali tiket retribusi bekas. Modus ini ditemukan Komisi B DPRD Kabupaten Gunungkidul.

Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Sunardi, menjelaskan dugaan masih adanya pungli muncul saat ia mendatangi lokasi wisata. Saat itu, Sunardi mengaku mendapati seseorang membawa tumpukan tiket masuk wisata.

Lantaran curiga, ia menanyakan maksud membawa tumpukan tiket tersebut. "Katanya akan dijual ke petugas TPR (tempat pemungutan retribusi). Dan itu ternyata tiket bekas," kata Sunardi melalui sambungan telepon, Jumat (25/11/2016).

Sunardi mengatakan sempat beredar kabar adanya sejumlah petugas yang membeli tiket wisata setengah harga. Kemudian, petugas tersebut menjual dengan harga normal. Hal itu, kata dia, ditambah dengan tidak adanya tanggal masa berlaku yang tertera di dalam tiket.

Jika dibiarkan, kata dia, akan merugikan keuangan daerah dan negara. Terlebih, Dwi Jatmiko, PNS yang menjadi tersangka pungli, berposisi sebagai koordinator TPR.

"Berapa juta rupiah keuangan negara yang bocor kalau seperti ini? Pemerintah harus segera bertindak tegas," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Gunungkidul, Badingah, meminta masyarakat melapor apabila ada yang terindikasi terjadinya pungli. Menurutnya, pemerintah akan segera menindak tegas pelakunya. "Tidak dibiarkan adanya pungli. Penegakan hukum harus dilakukan," katanya.


(UWA)