Sebelum Wafat, Yu Djum Titip Pesan ke Anak Cucu

Patricia Vicka    •    Selasa, 15 Nov 2016 14:04 WIB
obituari
Sebelum Wafat, Yu Djum Titip Pesan ke Anak Cucu
Gudeg Yu Djum. Foto: Gudegyujumpusat.com

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Dunia kuliner Yogyakarta dirundung duka. Ikon gudeg Yogyakarta, Djumariyah Darmosuwarno (Yu Djum), wafat di usia 81 tahun.

Wisatawan yang datang ke Yogyakarta tak lengkap rasanya jika tak mencicipi gudeg bikinan perempuan kelahiran 31 Desember 1935 ini. Walau sudah sukses, Yu Djum masih terus bekerja dan mengawasi usaha yang sudah dirintisnya sejak 1951. 

"Beberapa hari sebelum meninggal beliau masih bantu pekerjaan ringan di dapur seperti gunting daun pisang. Kadang masih mengawasi gerai gudeg miliknya," ujar cucu menantu Yu Djum, Okky Sasongko, di rumah menantu Yu Djum, Okky Sasongko, di Jalan Kaliurang KM 4,5 Kelurahan Karangasem, Kecamatan Depok, Sleman, Selasa (15/11/2016).

Di mata keluarga dan kerabat, Yu Djum dikenal sebagai pekerja keras dan disiplin. Ia terlahir dari keluarga pedagang. Kedua orang tuanya berdagang gudeg kaki lima.


Kerabat dan keluarga berdoa di depan jenasah Yu Djum. Foto: Metrotvnews.com/Vicka

Awalnya Yu Djum membuka usaha soto kaki lima. Namun, ibu empat anak ini kemudian meneruskan usaha kedua orang tuanya berjualan gudeg. Tahun 1951 ia membuka lapak gudeg kaki lima pertamanya di Plengkung Wijilan Kota Yogyakarta. Sebuah lapak sederhana dengan beberapa kursi dan meja kayu.

Karena kerja keras dan ketekunannya, usahanya membesar dan pada 1985 ia mengganti nama warungnya menjadi Gudeg Yu Djum yang merupakan singkatan dari nama depannya. Kini gudeg Yu Djum telah memiliki 10 gerai di Yogyakarta dan Solo dan menjadi ikon gudeg Yogyakarta.

Politisi NasDem yang juga kerabat dekat yu Djum, Subardi, mengatakan Yu Djum sukses membawa gudeg menjadi makanan khas Yogyakarta yang dikenal di seluruh Indonesia.

"Walau sudah terkenal, ia tetap rendah hati, disiplin, dan bekerja keras. Ia benar-benar sosok tak terlupakan," kata Bardi.

Sebelum meninggal, Yu Djum sempat berpesan kepada anak cucunya untuk selalu menjaga kerukunan dan kedamaian. Ia tak ingin usahanya malah membawa perpecahan dan keributan.


(UWA)