Ratusan Tukang Becak Solo Tolak Ojek Daring

Pythag Kurniati    •    Kamis, 29 Dec 2016 12:00 WIB
gojek
Ratusan Tukang Becak Solo Tolak Ojek Daring
Ratusan tukang becak berangkat konvoi dari Taman Sriwedari menuju Balai Kota Solo, Jateng, Kamis (29/12/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Sekitar pukul 09.00 WIB ratusan pengemudi becak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB) dan ojek pangkalan berkumpul di Pendopo Taman Sriwedari Kota Solo, Jawa Tengah.

Massa berkonvoi menempuh jarak tiga kilometer melalui Jalan Slamet Riyadi menuju Balai Kota Solo. Mereka juga membunyikan bel sepanjang perjalanan. Setiba di Balai Kota Solo, bergantian mereka berorasi menyuarakan pendapat.

Ketua FKKB Sardi Ahmad menjelaskan pengemudi becak semakin 'tercekik' setelah beroperasinya ojek dengan sistem daring (Go-Jek) di Solo. Pendapatan pengemudi becak pun menurun signifikan.

"Penurunan mencapai 75 persen. Dulu sehari bisa dapat Rp50 ribu, sekarang dapat Rp10 ribu saja sulit," ungkap Sardi, Kamis (29/12/2016). 

Padahal, lanjutnya, becak adalah transportasi ikon Kota Solo yang harus dilindungi. "Profesi mengemudikan becak pun kian menyusut. Sekarang paling hanya 2.500 saja yang masih aktif di Solo," terang dia.

Ia menilai salah satu penyebabnya adalah kehadiran ojek dengan sistem daring yang berani mengambil penumpang dengan tarif lebih murah. Sardi menyebut banyak penumpang becak beralih menggunakan Go-Jek.


Tukang Becak konvoi menuju Balai Kota Solo. 

Sardi mewakili pengemudi becak di Kota Solo menuntut pemerintah Kota Solo menertibkan dan mengeluarkan larangan beroperasinya Go-Jek. Mereka juga mendesak pemerintah mengeluarkan regulasi untuk melindungi transportasi becak.

"Kalau tidak dilindungi, lama-lama becak bisa hilang," tandas dia. Ratusan pengemudi becak juga mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan mereka.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Solo Yosca Herman Soedrajat mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi pengunjuk rasa. "Kami tekankan, Pemerintah Kota Solo dari awal sudah menolak Go-Jek," papar Yosca kepada massa aksi di halaman Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo.

Yosca menjelaskan akan menggandeng pihak kepolisian menggelar operasi gabungan mulai tahun 2017 untuk menindak Go-Jek. "Mereka itu izinnya di Sukoharjo jadi jangan beroperasi di Solo," lanjut Yosca.

Namun demikian, Yosca mengimbau pengemudi becak dan ojek pangkalan tidak main hakim sendiri. "Penindakan serahkan pada pihak yang berwenang," imbuhnya.

Menanggapi desakan terhadap transportasi becak, Yosca menjelaskan bahwa becak merupakan kendaraan yang disebut dalam Perda Nomor 1 Tahun 2013. "Bisa dikatakan becak ini legal sebagai transportasi di Solo. Maka akan kami pertahankan," tutupnya.


(SAN)