UNS Bikin Tim Evaluasi Surat Aturan Berpakaian di Fakultas Pertanian

Pythag Kurniati    •    Kamis, 05 Oct 2017 17:08 WIB
pendidikan
UNS Bikin Tim Evaluasi Surat Aturan Berpakaian di Fakultas Pertanian
Jumpa pers Rektor UNS terkait surat aturan berpakaian yang beredar di Fakultas Pertanian setempat, MTVN - Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, membentuk tim adhoc untuk mengevaluasi sebuah surat yang beredar di Fakultas Pertanian. Surat tersebut mengatur tata tertib berpakaian di kampus tersebut.

Surat mencantumkan Nomor 2702/UN27.07/HK/2017. Surat yang beredar pada akhir September 2017 itu menuliskan dua poin terkait peraturan berpakaian. Aturan itu berlaku untuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Salah satu poin yaitu mewajibkan kalangan kampus menampakkan wajah saat berada di kampus. Aturan itu bahkan ditulis dengan cetakan tebal dan digarisbawahi. Surat itu ditandatangani Desan Fakultas Pertanian UNS Bambang Pujiasmanto.

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Ravik Karsidi mengatakan surat ditandatangani pada 20 September 2017. Surat didasarkan pada hasil konsultasi sidang pleno senat fakultas dan universitas. Padahal rapat baru digelar tujuh hari kemudian.

"Artinya, ada ketergesa-gesaan dalam pembuatan surat," ungkap Ravik dalam jumpa pers di Ruang Sidang Rektor UNS, Kamis 5 Oktober 2017.

Surat itu juga menuliskan kalimat: mengacu pada Peraturan Rektor Nomor 2702/UN27.07/HK/2017 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Program Sarjana. Surat itu menyebutkan, Bab XVIII Pasal 27 ayat 4 dan 5 tentang etika akademik meliputi bersikap, berpakaian, dan berperilaku.

Padahal, lanjut Ravik, Senat belum mengatur secara mendetail etika akademik pada Pasal 27 tersebut. 

Lantaran itu, Ravik membentuk tim adhoc mengevaluasi surat tersebut. Ravik menunjuk Sekretaris Senat UNS Sahid Teguh Widodo sebagai ketua tim. Dalam waktu dekat, ungkap Ravik, 
 
Menyusul beredarnya surat edaran dekan Fakultas Pertanian UNS, otoritas universitas membentuk tim ad hoc. Tim dibentuk untuk mengevaluasi surat edaran.
 
Sekretaris Senat UNS Sahid Teguh Widodo ditunjuk menjadi ketua tim tersebut. Dalam waktu dekat, tim ad hoc bakal segera disahkan.


(RRN)