Lima Partai Baru Bentuk Pengurus di Jepara

Rhobi Shani    •    Selasa, 03 Oct 2017 12:29 WIB
partai politik
Lima Partai Baru Bentuk Pengurus di Jepara
Kantor KPU Jepara, Jateng.

Metrotvnews.com, Jepara: Lima partai baru telah membentuk kepengurusan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Yaitu, PKPI, Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Idaman, dan Partai Perindo.
 
Komisioner KPU Jepara Subchan Zuhrie menyampaikan, jumlah partai baru di Kabupaten Jepara mungkin bertambah. Sebab dalam sosialisasi di KPU Pusat lalu ada 75 Parpol yang hadir.
 
“Hanya saja apakah kesemuanya membentuk penguruh di Jepara, belum bisa dipastikan. Yang jelas baru-baru ini PSI dan PBB datang ke KPU untuk berkonsultasi,” terang Subchan, Selasa 3 Oktober 2017.
 
Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri menerangkan, kepada partai-partai baru pihaknya meminta untuk mempersiapkan kelengkapan persyaratan untuk mendaftarkan sebagai peserta Pemilu 2019. Berdasarkan PKPU Nomor 11 tahun 2017, pendaftaran partai politik dilakukan mulai hari ini, hingga 16 Oktober. Secara umum pendaftaran dilakukan di KPU RI oleh pimpinan pusat partai politik masing-masing.
 
“Pendaftaran di daerah, masing-masing pengurus menyerahkan bukti keanggotaan partai. Bukti keanggotaan berupa kartu tanda anggota (KTA) dan KTP elektronik masing-masing, atau surat pengganti dari Disdukcapil,” kata Haidar.
 
Disampaikan Haidar, jumlah anggota setiap Parpol minimal 1.000 atau sepersepuluh dari jumlah penduduk. Nama-nama anggota yang diserahkan harus sesuai dengan nama yang diinput ke dalam aplikasi Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) oleh DPP Parpol terkait.
 
“Syarat lainnya, partai politik bersangkutan juga harus memiliki kepengurusan minimal 50 persen di tingkat kecamatan,” terang Haidar.
 
Proses selanjutnya, ditambahkan Haidar, proses verifikasi administrasi. Disusul kemudian verifikasi faktual. Hasilnya verifikasi akan diserahkan ke KPU RI sebagai data.
 
“Jika tidak lolos verifikasi di kami, bukan berarti tidak lolos di tingkat pusat. Hanya saja Parpol tersebut tidak bisa mencalonkan kadernya untuk pemilihan anggota DPRD Jepara,” tandas Haidar.



(ALB)