Jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

Gunungkidul Prioritaskan Keselamatan Pelancong Pasca Diterjang Siklon Cempaka

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 19 Dec 2017 14:11 WIB
natal dan tahun baru
Gunungkidul Prioritaskan Keselamatan Pelancong Pasca Diterjang Siklon Cempaka
Pelancong menyusuri gua di Kalisuci Cave Tubing, Desa Jetis Wetan, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Wisata alam menjadi salah satu sektor unggulan di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Foto: Antara/Hendra Nurdiyanshyah

Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, akan lebih memprioritaskan keselataman wisatawan musim libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Hal ini menyusul kerusakan infrastruktur dan sejumlah obyek wisata akibat Siklon Tropis Cempaka pada akhir November 2017 lalu.

Persiapan fasilitas dan petugas disiapkan untuk musim libur  yang diperkirakan berlangsung sejak 22 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018. Termasuk koordinasi dengan sejumlah instansi, seperti perangkat daerah, Polres Gunungkidul, Polda DIY, TNI, hingga Muspika.

"Untuk di kawasan pesisir pantai kita melibatkan tim Search and Rescue (SAR) Satlinmas Gunungkidul," ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono saat dihubungi Medcom.id di Yogyakarta pada Selasa, 19 Desember 2017.

Ada sebanyak 439 personel gabungan yang akan mengamankan masa liburan akhir tahun. Instansi terkait akan diterjunkan untuk menjamin kelancaran pelancong menuju, selama, dan pulang dari obyek wisata.

Misalnya, kepolisian terlibat dalam pengaturan lalu lintas tujuan obyek-obyek wisata. Puskesmas dilibatkan untuk memberikan pelayanan kesehatan jika ada wisatawan yang sedang sakit.

Secara infrastruktur, ada satu akses jalan utama di Gunungkidul yang masih dalam perbaikan. Jalan tersebut berada di kawasan Bunder.

Beberapa obyek wisata rusak

Ada beberapa obyek wisata yang mengalami kerusakan saar siklon tropis cempaka. Obyek wisata tersebut yakni Air Terjun Sri Getuk di Desa Bleberan, Kecamatan Playen.

Harry meragukan obyek wisata Air Terjun Sri Getuk bisa dikunjung wisatawan. Sebab, kapal dan pelampung saat fasilitas wisata hilang akibat banjir. Selain itu ada obyek wisata Kali Suci di Kecamatan Semanu yang menyisakan banyak sampah usai banjir.

Ketua BUMDes Desa Bleberan Tri Harjono mengatakan aset pariwisata di Air terjun Sri Getuk rusak parah akibat banjir. Akses jalan setapak sejauh 100 meter menuju lokasi wisata mengalami kerusakan. Selain jalan, dermaga dan ruang ganti di obyek wisata juga hilang.

Tri manaksir total kerugian obyek wisata Air Terjun Sri getuk sekitar Rp500 juta. Hal itu belum mencakup aspek perekonomian warga. "Hampir sebulan warga tak bisa berjualan. Pegawai kami juga tak dibayar karena wisata tutup,"kata dia.


(SUR)