Tak Capai Target, Pegawai Pajak Siap Tunjangan Dipangkas

Mustholih    •    Jumat, 22 Dec 2017 16:50 WIB
pajakpenerimaan pajak
Tak Capai Target, Pegawai Pajak Siap Tunjangan Dipangkas
Pajak (ANT/Andika Wahyu).

Semarang: Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I mengklaim sudah semaksimal mungkin menggenjot perolehan pajak. Selama 2017, pendapatan pajak di Jawa Tengah I diperkirakan hanya mencapai Rp25 triliun atau minus Rp6 triliun dari target perolehan pajak Rp31 triliun.

"Saya kira kinerja teman-teman sudah luar biasa maksimal. Tapi, tahun ini ada transisi sebelum (berlaku) keterbukaan informasi di perbankan. Jadi menurut saya sudah maksimal," kata Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I, Irawan, kepada Medcom.id, Semarang, 22 Desember 2017.

Baca: Menkeu Sebut Potensi Shortfall Pajak Tahun Ini Mencapai Rp130 Triliun

Menurut Irawan, dalam mengejar setoran pajak di Jawa Tengah I, para pegawai pajak sudah bekerja profesional. Namun, DJP Jawa Tengah I siap berlapang dada apabila dinilai kurang perform dalam upaya mencapai target perolehan pajak.

"Saya kira kita profesional ya. Proses (penerimaan pajak) itu kan dihitung dari pencapaian target. Kita serahkan kepada pimpinan, jadi kalau tidak perform saya pikir wajar saja," terang Irawan.

Irawan mengaku semua pegawai DJP Jawa Tengah I siap tunjangan kinerja mereka dipangkas karena tidak mencapai target perolehan pajak. Selama ini, kata Irawan, pegawai pajak menjalankan kerja sesuai beban tugas masing-masing. 

"Kita siap saja (tunjangan dipotong). Kalau kita, penghasilan itu satu hal, tapi ini tugas yang musti dijalani. Jadi semangat dan motivasi mereka tidak dilihat dari penghasilan," jelas Irawan.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui penerimaan pajak 2017 tidak mencapai target sesuai outlook APBNP 2017 sebesar Rp1.283,6 triliun. Walhasil, Sri Mulyani menegaskan pemberian tunjangan kinerja pegawai pajak tidak akan dipukul rata karena target secara nasional tak tercapai.


(ALB)