Bangkai KM Dharma Kencana II Hilang Terbawa Arus

Mustholih    •    Selasa, 31 Oct 2017 15:33 WIB
kapal terbakar
Bangkai KM Dharma Kencana II Hilang Terbawa Arus
KM Dharma Kencana II dari kejauhan -- dok. BNPB

Metrotvnews.com, Semarang: Bangkai Kapal Motor (KM) Dharma Kencana II hilang terbawa arus setelah terkatung-katung di Perairan Karimunjawa sejak ditinggal penumpangnya pada Minggu 29 Oktober 2017. PT Dharma Lautan Utama selaku pemilik kapal bersama TNI Angkatan Laut saat ini masih melakukan pencarian.

"Masih dalam proses pencarian posisi Dharma Kencana II," kata Manajer Cabang Semarang PT Dharma Lautan Kencana Herman Fajar di Semarang, Jawa Tengah, Selasa 31 Oktober 2017.

(Baca: KM Dharma Kencana II Masih Terkatung-katung di Perairan Karimunjawa)

Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Emas Gajah Rooseno membenarkan, KM Dharma Kencana II sudah tidak lagi berada di lokasi saat terbakar. Menurutnya, ada dua kemungkinan hilangnya kapal tersebut.

"Bisa jadi terbawa arus atau tenggelam," ujar Gajah.

Apabila tenggelam, lanjut Gajah, harus dipastikan lokasi tenggelamnya di laut danggal atau dalam. "Jika tenggalam di laut dangkal, bisa berbahaya buat navigasi," terangnya.

Gajah menegaskan, proses pencarian KM Dharma Kencana II adalah tanggung jawab PT Dharma Lautan Utama. Tanggung jawab Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Tanjung Emas sudah selesai setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan dinyatakan selamat.

(Baca: Kapal Dharma Kencana II bakal Dievakuasi)

Sebagai informasi, KM Dharma Kencana II berangkat dari Semarang, Jawa Tengah menuju Pontianak, Kalimantan Barat pukul 17.00 WIB pada Sabtu 28 Oktober 2017. Kapal dilaporkan terbakar di posisi 47 mil barat laut Pulau Karimunjawa pukul 04.15 WIB pada Minggu 29 Oktober 2017.

Saat terbakar, kapal mengangkut 132 penumpang dewasa, empat anak-anak, dua bayi, 40 ABK, dan 31 vendor kapal. Selain itu, Dharma Kencana juga mengangkut 20 unit motor, satu unit truk kecil, 17 unit truk, dan delapan unit mobil pribadi.

 


(NIN)