Teller Bank Gelapkan Dana Siswa PIP di Solo

Pythag Kurniati    •    Rabu, 14 Mar 2018 17:07 WIB
kasus penggelapan
Teller Bank Gelapkan Dana Siswa PIP di Solo
ilustrasi (Metrotvnews.com)

Solo: Seorang teller bank di Solo diduga menggelapkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk siswa miskin. Wanita berinisial NH itu kini ditahan di Rutan Kelas IA Solo.

Dana sebesar Rp2,09 miliar dari Kemendikbud seharusnya disalurkan kepada 2.750 siswa dari 41 SMK negeri dan swasta di Solo. Dana disalurkan melalui bank yang sudah ditunjuk Kemendikbud. Dari jumlah tersebut, dana yang tersalurkan hanya Rp1,36 miliar untuk 1.711 siswa.

"Yang tidak tersalurkan ada Rp725.500.000 untuk 1.039 siswa. Mereka dari 32 SMK," kata Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, Suyanto, Rabu, 14 Maret 2018.

Adapun dana tersebut disalurkan untuk siswa kelas X, XI dan XII. Siswa kelas X memperoleh Rp500 ribu per anak. Siswa kelas XI dan XII mendapatkan Rp1 juta per anak.

Kasus mulai diselidiki pada November 2017 atas laporan dari pihak siswa maupun sekolah. Lantarannya, pengajuan mereka sudah disetujui, namun tak ada tindak lanjut.

"Berkas diterima tapi disuruh menunggu, katanya diproses dulu. Tapi berbulan-bulan tidak ada kabar," ujar dia.

NH memang seorang petugas yang ditunjuk pihak bank untuk mengurusi masalah pencairan dana bantuan siswa. NH kini menyandang status tersangka dugaan penggelapan dan ditahan Kejari pada 28 Februari 2018.

NH dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal (3) UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dalam Nomor 20/2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Ancamannya penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar," kata dia.


(LDS)