Penyandang Disabilitas di Jepara tak Lagi Kucing-kucingan dengan Polisi

Rhobi Shani    •    Sabtu, 25 Nov 2017 12:03 WIB
disabilitas
Penyandang Disabilitas di Jepara tak Lagi Kucing-kucingan dengan Polisi
Penyandang disabilitas di Jepara, Jawa Tengah usai mengikuti ujian SIM D -- MTVN/Rhobi Shani

Jepara: Penyandang disabilitas di Kabupaten Jepara tak lagi takut jika ada razia kendaraan bermotor. Mereka kini mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) D yang difasilitasi legenda bulu tangkis Hariyanto Arbi.
 
Hartono, seorang penyandang disabilitas di Kabupaten Jepara, mengatakan razia kendaraan yang digelar polisi selama ini menjadi momok bagi dirinya. Sebab, dia belum memiliki SIM D yang menjadi syarat wajib bagi pengendara penyandang disabilitas.

"Selama ini, ibaratnya saya dan teman-teman kucing-kucingan dengan petugas. Kalau ada razia, kita memilih putar balik saja dari pada kena tilang," kata Hartono di Jepara, Jawa Tengah, Jumat, 24 November 2017.

Menurut Hartono, dirinya selama ini melaju di jalan raya menggunakan sepeda motor roda tiga hasil modifikasi sendiri. Sebelum difasilitasi Hariyanto Arbi, pembuatan SIM bagi penyandang disabilitas diberlakukan sama dengan pengendara pada umumnya.

Sehingga, lanjut Hartono, tes mendapatkan SIM tidak mungkin dilaksanakan para penyandang disabilitas. "Setelah mendapat fasilitasi ini, akhirnya kami bisa mendapatkan SIM," lanjutnya.

Guna memperoleh SIM D, ada sejumlah persyaratan dan tes yang harus dilalui. Mulai dari pendaftaran dengan KTP, tes sidik jari dan perekam, tes kesehatan, tes angka atau huruf, hingga ujian mengendarai sepeda motor roda tiga milik penyandang disabilitas.

"Prosesnya ternyata tidak rumit. Waktunya juga hanya dua jam saja, SIM D sudah jadi," ungkap Hartono.

Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, tarif pembuatan maupun perpanjangan SIM D berbeda dengan SIM A, B ataupun C.

Pembuatan SIM D dan D1 baru hanya perlu membayar Rp50 ribu. Sedangkan, untuk perpanjangan cukup membayar Rp30 ribu. Biaya itu belum termasuk cetak foto, tes kesehatan, dan lainnya.

Masadah, penyandang disabilitas lainnya, justru mengatakan tak mengeluarkan biaya apa pun untuk mendapatkan SIM D. Seluruh biaya ditanggung oleh Hariyanto Arbi.

"Kami sangat berterima kasih sekali untuk kepeduliannya. Sebelumnya, Hariyanto Arbi juga pernah membantu kami. Jadi, tak hanya kali ini saja. Kami juga mengapresiasi Satlantas Polres Jepara," tutup Masadah.


(NIN)