TKI Ilegal Selundupkan Sabu dari Malaysia

Pythag Kurniati    •    Rabu, 10 Jan 2018 13:22 WIB
narkoba
TKI Ilegal Selundupkan Sabu dari Malaysia
Tersangka penyelundupan dan barang bukti sabu. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Tim gabungan dari Bea Cukai Surakarta, BNNP Jateng, Polres Boyolali dan Lanud Adi Soemarmo menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Jumlah sabu yang diselundupkan dari Kuala Lumpur, Malaysiam mencapai hampir 2 kilogram atau senilai Rp1,9 miliar.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya B Surakarta Kunto Prasti Trenggono mengungkapkan, narkotika yang masuk dalam golongan I tersebut dibawa oleh dua orang warga negara Indonesia.

"Masing-masing berinisial S (25 tahun) berasal dari Madura dan A (21 tahun) dari Lombok," ungkap Kunto pada wartawan, Rabu, 10 Januari 2018.

Berdasarkan pemeriksaan paspor, S dan A yang saling kenal pergi ke Kuala Lumpur untuk kunjungan. Namun setelah didalami, tersangka pernah berada di Malaysia selama 3 tahun. Pihak imigrasi mengindikasikan mereka pernah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural di Malaysia.

Penangkapan tersangka yang menjadi bagian dalam jaringan narkotika internasional tersebut bermula dari informasi petugas. Bea Cukai dan BNNP mencurigai dua orang perempuan yang tiba dari Kuala Lumpur dengan menggunakan pesawat Air Asia bernomor penerbangan AK 356.

"Mereka tiba pada Selasa, 9 Januari 2018 sekitar pukul 14.35 WIB di terminal kedatangan Bandara Adi Soemarmo Solo," beber dia.

Melalui deteksi X-Ray, petugas mencurigai kristal bening di dinding bawah karton bagasi milik mereka berdua. Benar saja, petugas mendapati 1.942 gram (hampir 2 kilogram) methaphetamine atau sabu dari tas keduanya.

Jaringan Internasional

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Brigjen Pol Tri Agus Heru menandaskan bahwa tersangka berhubungan dengan jaringan narkotika internasional Malaysia-Indonesia. Berdasarkan keterangan tersangka, keduanya dijanjikan akan mendapatkan upah besar setelah berhasil menyelundupkan sabu-sabu.

"Satu orang dijanjikan upah Rp30 juta," kata Tri Agus.

Adapun salah satu bandar narkoba di Malaysia, lanjutnya, adalah Warga Negara Indonesia yang lama tinggal di negara tersebut. "Inisialnya RZ," bebernya.

RZ lah yang meminta S dan A menyelundupkan sabu-sabu dan mengantarkan ke Jawa Timur melalui jalur darat. "Barang ini rencananya memang akan diedarkan di Jawa Timur," ujar dia.

BNNP akan terus menelusuri jaringan ini dengan mengembangkan informasi yang ada. Kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal hukuman mati atau penjara maksimal 20 tahun.


(SUR)