Pernikahan Kahiyang-Bobby

Pramono: Pernikahan Putri Presiden Ini Terlalu Sederhana

Pythag Kurniati    •    Selasa, 07 Nov 2017 18:10 WIB
jokowi mantupernikahan kahiyang-bobby
Pramono: Pernikahan Putri Presiden Ini Terlalu Sederhana
Pramono Anung di Graha Saba Buana, Selasa, 7 November 2017. Foto: MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyangsikan sindiran Fahri Hamzah atas pernikahan putri presiden yang dianggap terlalu mewah. Pramono menganggap, perayaan presiden mantu justru terlalu sederhana.

Ia mengemukakan beberapa alasan pernikahan putri presiden tergolong sederhana. Terutama untuk menjawab tudingan Fahri soal jumlah tamu undangan yang hadir pada saat pernikahan Kahiyang-Bobby.

Menurut politikus PKS Fahri Hamzah, jumlah undangan terlalu banyak dengan jumlah tamu lebih dari 1.000 orang. Pramono mengatakan, tamu-tamu yang hadir dalam pernikahan putri presiden beragam dan terdiri dari berbagai lapisan masyarakat.

"Ada tukang becak, PKL, pedagang pasar. Ini menunjukan presiden benar-benar sederhana," jelas dia.

Presiden, lanjut dia, sebenarnya memiliki hak untuk menikahkan putrinya di Istana. Namun Jokowi lebih memilih menggunakan gedung pernikahan yang dikelola anaknya sendiri.

"Presiden ingin selalu ingin di kampung halamannya. Memanfaatkan yang sudah ada seperti gedung pernikahan sendiri," ujar dia.

(Baca: Fahri Sindir Pesta Pernikahan Putri Presiden Jokowi)

Fahri Hamzah menganggap pernikahan putri presiden terlalu mewah. Penilaian Fahri berpatokan pada Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana yang diterbitkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Menurutnya, penyelenggara negara perlu membatasi jumlah undangan sejenis resepsi pernikahan maksimal 400 undangan, serta membatasi jumlah peserta yang hadir tidak boleh lebih dari 1.000 orang.

"Dulu katanya enggak boleh mengundang pejabat lebih dari 400 orang. Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kok lebih," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 7 November 2017.


(SUR)